PERADABAN JATENG: Tim Pakar Merah Putih saat berdiskusi di rumah Pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah. (MIFTAH/jawa pos radar semarang)
PERADABAN JATENG: Tim Pakar Merah Putih saat berdiskusi di rumah Pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah. (MIFTAH/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Forum Pakar Merah Putih mendeklarasikan untuk mengembalikan Jateng pada martabatnya. Pasalnya masyarakat saat ini jauh dari kondisi sejahtera. Kelahiran peradaban-peradaban besar di republik ini lahir di Jateng.

Forum Pakar Merah Putih merupakan kumpulan tim ahli pasangan calon gubernur – calon wakil gubernur Jateng, Sudirman Said – Ida Fauziah. Selain pertemuan tim pakar tersebut, tim partai pengusung juga tengah melakukan pertemuan untuk belanja persoalan Jateng. “Kita terus bekerja karena ini evolusi. Setelah relawan membantu, datanglah partai-partai. Semua ini kekuatan, evolusi harus dikelola,” kata Pak Dirman.

Menyikapi lawannya yang incumbent, ia mengaku tidak khawatir. Masing-masing punya kekuatan, karena semua akan memanfaatkan jaringan-jaringannya. “Tugas saya bersama relawan dan partai adalah menyakinkan masyarakat. Saya ingat ungkapan Bu Ida, jadikan ajang ini untuk fastabiqul khoirot, berlomba dalam kebaikan,” tambahnya.

Salah satu Pakar Merah Putih, Dwi Kuswantoro mengatakan, peradaban-peradaban tersebut tidak ada gaungnya. Ia menambahkan, peradaban tersebut bisa dilihat dengan keberadaan candi terbesar di Indonesia, Borobudur. Candi Hindu terbesar, Prambanan. Bahkan, peradaban Islam di Jawa, juga dimulai dari Demak. Selain tempat lahirnya peradaban-peradaban besar, jumlah pahlawan di negeri ini cukup banyak dari Jateng. “Dari 150 pahlawan nasional, 32 diantaranya berasal dari Jateng. Dari Ahmad Yani, Kartini, Cipto Mangunkusumo sampai Alimin,” ujarnya.

Berkaca dari itu, harusnya Jateng menjadi tulang punggung republik ini. Jika hal tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, Pemprov Jateng khususnya, akan mampu mendorong kesejahteraan warga. “Bisa dikelola dari aspek kebudayaan, spiritual dan pariwisata. Maka Pak Dirman ingin menjadikan Jateng sebagai pusat wisata religi di republik ini, karena sangat lengkap,” kata dia.

Kondisi masyarakat saat ini, cukup mengkhawatirkan berbanding terbalik dengan potensi besarnya. Tingkat kemiskinan di Jateng pada media akhir 2017 mencapai 13,58 persen atau 4,577 jiwa. ‚ÄúTapi tidak banyak yang tahu, bahwa selain jumlah keluarga miskin tersebut, masih terdapat 15.229.994 jiwa yang terjebak kategori belum sejahtera. Ini cukup mengkhawatirkan,” tambahnya. (fth/ric)