RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Temanggung, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Temanggung menyepakati membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpada (Gakkumdu). Keberadaan Gakhumdu untuk mengantisipasi pelanggaran yang terjadi dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

“Ketika ada laporan atau permasalahan yang timbul selama pelaksanaan Pilkada masuk dalam pelanggaran pidana maka akan dibahas di sentra Gakkumdu ini,” kata Ketua Panwaskab Temanggung Sam Ferry Baehaki usai penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Sentra Gakkumdu di Aula Kantor Panwaskab Temanggung, Jumat (26/1).

Ia mengatakan, Gakkumdu bertujuan untuk membangun kebersamaan dalam pola penanganan pelanggaran pidana pemilu antara lembaga yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. Sehingga nantinya menjadi modal kuat dalam menghadapi Pemilu nanti.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo meminta kepada masyarakat untuk bijaksana menggunakan atau memanfaatkan media sosial (medsos), sehingga informasi yang belum pasti kebenarannya tidak serta langsung disebarkan ke masyarakat. Ia mencontohkan, permasalahan pengrusakan media sosialisasi pasangan calon bupati dan wakil bupati diunggah ke semua media sosial yang ada. Tindakan ini menyebabkan masyarakat yang awalnya tidak tahu menahu, berubah pikiran dan menganggap bahwa permasalahan itu menjadi sangat genting.

“Akhirnya jadi saling membalas, padahal tidak tahu menahu siapa yang bersalah dan siapa yang berniat. Segala kemungkinan bisa terjadi, semua orang bisa melakukan hal itu. Oleh karena itu harus benar-benar bijak dalam memanfaatkan media sosial, agar masyarakat tidak mudah terpancing,” pintanya.

Wiyono melanjutkan, siapapun yang menemukan ada media sosialisasi paslon yang dirusak bisa disampaikan ke pihak yang berwenang, misalkan Panwaslu desa, kecamatan atau kabupaten agar segera ditindaklanjuti. “Misalnya oleh parpol sendiri diperbaiki atau dari parpol dan simpatisan ikut berpatroli. Namun, jika menemukan orang-orang berniat jelek diamankan, jangan main hakim sendiri dan langsung dilaporkan ke Panwas nanti dari situ akan masuk ke Gakkumdu,” terangnya. (san/ton)