SEMINAR ISLAM : Direktur Pascasarjana Prof Zakiyuddin (dua dari kiri) menyerahkan pamlet yang akan dibagikan ke berbagai negara kepada Wakil Rektor I IAIN Agus Waluyo. (IST)
SEMINAR ISLAM : Direktur Pascasarjana Prof Zakiyuddin (dua dari kiri) menyerahkan pamlet yang akan dibagikan ke berbagai negara kepada Wakil Rektor I IAIN Agus Waluyo. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Identitas, eksistensi, retorika umat Islam dan kondisi mutakhir umat Islam di tengah – tengah masyarakat, baik sebagai mayoritas atau minoritas, saat ini menarik untuk dikaji. Kajian umat Islam sebagai mayoritas terkait problem internal dan eksternal umat Islam. Hal itu menjadi salah satu tujuan International Conference on Islam and Muslim Society (ICONIS) yang akan diselenggarakan Program Pascasarjana IAIN Salatiga, 1-2 Agustus 2018 mendatang.

Menurut Ketua Panitia Noor Malihah, ICONIS mengambil tema ‘Muslim in a Disrupted Millinial Age’. ”Problem internal yaitu polarisasi umat Islam dalam pengembangan kajian keislaman. Sedang Problem ekternal yaitu sebuah kenyataan umat Islam di masyarakat belum menjadi umat yang terbaik dalam segala aspek kehidupannya. Idealnya umat Islam di tengah – tengah masyarakat yang majemuk, modern, dan anti kemapanan ini,” terang Noor Malihah.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan gagasan terbaru dan paparan hasil rsiet mutakhir terkait Islam dan Masyarakat Islam. Selain itu, 12 makalah akan diterbitkan di Journal Internasional, IJIMS (International Journal on Islam and Muslim Society).

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga dan Pimpinan Umum IJIMS, Prof Zakiyuddin menuturkan, sejak Agustus 2017 IJIMS telah terindeks SCOPUS. Artinya Journal IJIMS sudah bereputasi internasional. (sas/ton)