33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Dirikan Usaha, Tak Perlu Izin HO

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Jika tidak ada revisi, pencabutan Perda HO baru akan berlaku Februari.”

Ulfi Imran Basuki, Kepala DPMPTSP Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Persyaratan izin gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) sejauh ini dinilai menjadi ganjalan para pengusaha (investor) dalam mengembangkan investasi di Kota Semarang. Hal itu menjadi evaluasi Pemkot Semarang. Karena itu, izin ini bakal dihapus. Ke depan, investor yang akan mendirikan bangunan untuk kegiatan usaha di Kota Atlas tidak perlu mengurus izin HO.  Saat ini, Pemkot Semarang telah resmi mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2011 tentang izin gangguan tersebut. Pencabutan Perda Izin HO dilakukan setelah disahkannya Perda Nomor 1 Tahun 2018 oleh DPRD Kota Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini, perda yang mengatur penghapusan izin HO itu dalam tahap permohonan pertimbangan ke Gubernur Jateng dan Mendagri.

“Jika tidak ada revisi, pencabutan Perda HO baru akan berlaku Februari,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, Jumat (26/1).

Dikatakannya, pencabutan izin HO tersebut sebagai implementasi dari penyederhanaan perizinan sebagaimana instruksi dari pemerintah pusat. Dengan demikian, Ulfi menegaskan nantinya pengusaha atau investor yang akan mendirikan usaha di Kota Semarang tidak perlu mengurus izin HO atau persetujuan dari warga sekitar.  “Pengusaha nantinya hanya diperlukan mengurus izin pokok, seperti UKL, UPL, izin lingkungan dan izin usaha,” bebernya.

Dihapusnya izin HO ini, lanjut Ulfi, diharapkan akan memudahkan pengusaha atau investor untuk mengembangkan investasi di Kota Semarang. “Jika investasi meningkat, maka diharapkan iklim perekonomian dan kesejahtaraan warga Semarang meningkat pula,” harapnya.

Sejauh ini, kata dia, pada 2016, investasi di Kota Semarang mencapai Rp 10,5 triliun. Pada 2017 meningkat menjadi Rp 20 triliun. Padahal targetnya Rp 15 triliun. “Target 2018 investasi berada di angka Rp 17,5 triliun, kami optimistis investasi akan semakin meningkat,” katanya.

Kepala Bidang Perizinan 3 DPMPTSP Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan pelayanan perizinan dengan pola cepat, mudah, dan akurat. “Pelayanan izin tersebut tidak membutuhkan biaya. Sehingga akan semakin meningkatkan daya tarik investor masuk Semarang,” ujarnya.

Sejauh ini, di Kota Semarang memiliki sebanyak sembilan kawasan industri. Harapannya, kawasan tersebut mampu menggaet investor asing atau penanaman modal asing (PMA). “Sektor infrastruktur saat terus diperbaiki, sehingga akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi. Ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang menggenjot sektor infrastruktur, pertumbuhan investasi dan ekonomi,” katanya.  (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kristina Belanja di Pekalongan, Masak di Pemalang

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penyanyi dangdut Kristina Iswandari, kembali melakukan tur politik di daerah pemilihan (Dapil) X, Pemalang, Pekalongan dan Batang. Penyanyi yang kini bergabung...

Indonesia Darurat Guru Profesional

DAHULU, menjadi guru adalah cita-cita mulia penuh pengabdian tanpa harapan berlimpah materi. Guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dipuja dengan lagu yang mendayu...

Jumat Macet di Hisbullah

Oleh: Dahlan Iskan Macet di mana-mana. Juga di Beirut. Kunjungan saya baru saja selesai: ke gedung pusat agama Druze. Pun ke makam Druze. Waktu Jumatan sudah...

Diminta Fokus Tangani Terorisme

TEMANGGUNG—Terorisme dan radikalisme membahayakan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pentingnya untuk menangkal munculnya gerakan terorisme, Kapolres lama AKBP Wahyu Wim Hardjanto meminta kepada...

PWI Demak Beri Penghargaan Tokoh

DEMAK-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh inspiratif di Kota Wali. Ini merupakan kali pertama digelar untuk mengapresiasi kiprah dan peran...

Komunitas Muda Harus Tahu KDRT

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Komunitas muda merupakan garda terdepan dalam penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Karena mereka yang dalam waktu dekat menuju jenjang kehidupan...