Beda Varian Teh, Beda Hidangan

304
TEA PAIRING : Pengunjung tengah menyicipi aneka artisan tea yang disandingkan dengan beberapa menu hidangan. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEA PAIRING : Pengunjung tengah menyicipi aneka artisan tea yang disandingkan dengan beberapa menu hidangan. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Racikan teh belakangan terus berkembang. Aneka variannya menjadikan ritual minum teh semakin nikmat bila dicecap bersama sajian tepat.

Coffee & Tea Specialist, Angietha mengungkapkan, teh sendiri telah terbagi menjadi beberapa varian. Diantaranya teh hitam, teh hijau serta bunga atau herbal yang diracik menjadi seduhan teh. “Tren yang berkembang, aneka varian tersebut lantas diracik lagi dengan beberapa bahan tambahan. Baik itu bunga atau rempah-rempah atau yang disebut sebagai artisan tea,”ujarnya disela Afternoon Tea di Verve Bistro, kemarin.

Contesa Grey dari Gryphon, misalnya. Teh hitam yang diracik dengan eucalyptus ini cocok dinikmati sembari menyantap hidangan berat dengan aroma yang kuat, seperti hidangan berbahan ikan dan daging. “Aroma eucalyptus ini akan menetralisir dan menghilangkan aroma anyir dari menu-menu hidangan berat tersebut,” ujarnya.

Sedangkan teh hijau yang dikombinasikan dengan aneka bunga akan lebih terasa bila dinikmati bersama camilan pastry. Aroma racikan bunga maupun rempah akan lebih terasa karena disandingkan dengan kudapan ringan.

Ada juga varian teh yang sama sekali tidak mengandung kafein. Salah satunya Chamomile Dream yang berasal dari racikan Chamomile. “Teh ini sama sekali tidak mengandung kafein karena tidak ada tehnya, hanya seduhan bunga saja. Fungsinya untuk merileksasi,” ujarnya.

Agar citarasa teh semakin nikmat, lanjutnya, perlu diperhatikan juga lama menyeduh. Untuk teh yang ringan cukup diseduh selama 3–4 menit. Sedangkan teh yang mengandung rempah maupun bunga baiknya diseduh lebih lama antara 6–8 menit. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here