Bantai Sopir Grab Car, Hanya Butuh 7 Menit

32612
HISTERIS: Istri korban, Nur Aini, menangis histeris dan sempat pingsan saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan suaminya, Deny Setiawan, kemarin. (Bawah) Dua tersangka saat membantai korban di dalam mobil. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HISTERIS: Istri korban, Nur Aini, menangis histeris dan sempat pingsan saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan suaminya, Deny Setiawan, kemarin. (Bawah) Dua tersangka saat membantai korban di dalam mobil. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Driver taksi online Grab Car, Deny Setiawan, 32, warga Kemijen, Semarang Timur, sempat berusaha melawan dan meronta saat dibantai dua penumpangnya, IBR, 16, dan TRA, 15, keduanya warga Jalan Lemah Gempal V, Barusari, Semarang Selatan dan warga Jalan Lebdosari IV Kembangarum, Semarang Barat. Hal itu terungkap saat dilakukan rekonstruksi di tiga tempat kejadian perkara (TKP) oleh aparat Polrestabes Semarang, Jumat (26/1) kemarin.

Rekonstruksi dimulai di TKP pertama, yakni di rumah tersangka IBR, 16, yang sudah bersama dengan TRA, 15, di Jalan Lemah Gempal V Barusari. Dua tersangka dihadirkan dengan penutup wajah. Sedangkan korban diperankan anggota Reserse Polrestabes Semarang. Istri korban, Nur Aini, 32, juga dihadirkan dalam reka ulang tersebut.

Di rumah tersangka, IBR memesan layanan taksi online Grab Car lewat handphone-nya. Tak berselang lama, korban datang dengan mobil Nissan Grand Livina bernomor polisi H 8849 D. Mereka langsung meluncur  ke arah Sambiroto, Tembalang.

Sampai di Jalan Cendana Selatan IV Sambiroto, mereka berhenti di dekat pertigaan jalan, kemudian tersangka membayar biaya Grab Car, namun jumlah uangnya kurang. Dengan alasan itu, TRA yang duduk di samping kemudi, lantas mengajak korban untuk mengantar ke rumah kerabatnya guna mengambil uang.

Di TKP dua ini, IBR yang duduk di jok belakang sopir mengambil pisau yang telah disiapkannya. Selanjutnya dengan sadis, dia menghunuskan pisaunya menggunakan tangan kiri ke leher korban. Sementara, tangan kanan IBR memegangi bagian ujung pisau dan disayatkan ke leher korban sebanyak lima kali mengenai kerongkongan hingga putus.