LEMAS: Sejumlah santri korban keracunan makanan saat dirawat di Puskesmas Karangawen. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEMAS: Sejumlah santri korban keracunan makanan saat dirawat di Puskesmas Karangawen. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Keracunan masal menimpa puluhan santri Ponpes Nurul Huda, Dukuh Rimbu Lor, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Demak, Jumat (26/1) siang. ┬áPara korban sempat dilarikan ke Puskesmas Karangawen, RS Pelita Anugerah Mranggen dan RSUD KRMT Wongsonegoro (RSUD Ketileng) Semarang.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, ada sekitar 41 santri yang dirawat. Mereka adalah santri dan santriwati SMA Tunas Bangsa, MTs Miftahul Janah, dan MI Nurul Huda.

Camat Karangawen HM Sahri mengatakan, para santri kini masih dalam tahap perawatan medis di beberapa rumah sakit tersebut. “Tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Demak masih melakukan uji klinis terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa para santri tersebut,”katanya.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo melalui Kabagops Kompol Sutomo menjelaskan, kejadian itu bermula pada Kamis (25/1) malam lalu, para santri menyantap makan malam nasi dengan sayur daun sawi. Tak lama kemudian, mereka mengeluh perut mulas, mual dan kepala pusing.

Kejadian itu dirasakan sampai pagi hingga Jumat siang kemarin. Karena itupula, mereka langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit.

“Sebagian dari santri ini pada malam itu tidak ikut menyantap makanan, tapi ikut makan pada pagi harinya,”ujarnya.

PerIstiwa tersebut hingga kemarin petang masih dalam penyidikan kepolisian dan Dinas Kesehatan.