Shelter Taman KB Segera Dibongkar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dinas Perdagangan Kota Semarang meminta agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman KB Jalan Menteri Supeno segera persiapan untuk mengosongkan shelter di kawasan tersebut. Maksimal awal Februari mendatang harus sudah dikosongkan karena pelaksana proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya (TIK) segera melakukan pembongkaran shelter PKL. Taman KB tersebut akan segera direnovasi.

Meski demikian, hingga saat ini Dinas Perdagangan Kota Semarang belum menemukan tempat relokasi secara khusus untuk menampung PKL selama proses pembangunan. Sementara ini, rencananya pedagang akan ditempatkan di tepi jalan atau di bawah shelter.

“Saya minta PKL segera memersiapkan shelter untuk segera dikosongkan. Shelter tersebut segera akan dibongkar pada Minggu pertama Februari,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Kamis (25/1).

Pihaknya mengakui, sejauh ini belum ada tempat yang tepat untuk relokasi para pedagang Taman KB. Para pedagang meminta relokasi tidak jauh dari Taman KB, sementara Pemkot Semarang tidak memiliki lahan kosong di sekitar Taman KB. “Jadi saya minta PKL berjualan di tepi jalan sementara, hingga proses pembangunan selesai,” katanya.

Shelter yang saat ini digunakan untuk berjualan akan dibongkar dan dibangun dengan konsep baru. Tentunya, ke depan shelter PKL tersebut akan lebih bagus, kondusif dan nyaman. “PKL kami minta untuk pindah sementara, dan membuat lapaknya sendiri di tepi jalan,” katanya.

Keberadaan relokasi PKL di tepi jalan Taman KB, diakuinya rawan berdampak tersumbatnya lalu-lintas di jalur tersebut. Terutama di depan SMAN 1 Semarang. Tetapi apa boleh buat, pihaknya kesulitan mencarikan tempat relokasi yang lebih tepat. “Diperkirakan membutuhkan waktu tiga bulan, setelah itu PKL dipindah ke tempat baru,” katanya.

Ketua paguyuban pedagang Taman KB Bersatu, Marlan, mengatakan para pedagang tidak keberatan direlokasi di tepi jalan Taman KB, selama proses pembangunan taman baru. Tetapi para pedagang meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang seharusnya membangunkan lapak terlebih dahulu. “Kami tidak masalah dipindah, tetapi harus dibangun lapak terlebih dahulu,” katanya.

Pihaknya mendukung pembangunan Taman Indonesia Kaya (TIK) di Taman KB. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara agar para pedagang tidak terputus untuk berjualan. Sebab, para pedagang telah berjualan puluhan tahun mencari nafkah di tempat tersebut. “Tempat lapak harus disediakan terlebih dahulu, baru kami akan pindah,” katanya. (amu/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -