RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perusahaan jasa pengiriman JNE Regional Jateng – DIJ tahun ini menargetkan pertumbuhan 30 – 40 persen. Target tersebut seiring dengan bisnis e-commerce yang diperkirakan masih akan terus berkembang.

“Saat ini 60 persen pengiriman kami didominasi e-commerce. Karena itu kami optimis pertumbuhan di tahun 2018 untuk wilayah Jateng – DIJ dapat mencapai 30-40 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Head Of Regional Jateng-DIJ, Marsudi.

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya juga terus memperluas jaringan. Hingga Desember tahun lalu tercatat penambahan sebanyak 102 sales counter di wilayah Jateng – DIJ, dengan penambahan terbanyak berada di bawah manajemen Semarang. “Untuk memenuhi target tersebut sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam jasa pengiriman, maka tahun ini kami targetkan JNE harus ada di setiap kelurahan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Marsudi, di tahun ini pihaknya juga akan melanjutkan program bagi UMKM di Jateng-DIJ. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan pada sektor penggerak ekonomi nasional. Salah satunya melalui program pemberdayaan komunitas, seperti edukasi peningkatan daya saing para UKM, baik yang JNE laksanakan secara mandiri, maupun yang dijalankan bersama para mitra seperti pemerintah daerah, universitas, pihak swasta, dan yang lainnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah meningkatkan keberpihakannya pada industri logistik untuk melancarkan proses distribusi. Tujuannya agar industri yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional ini semakin maksimal dalam menggerakkan rantai pasok.

“Implementasi dari Paket kebijakan Ekonomi XV untuk percepatan pengembangan usaha dan memperkuat daya saing penyedia jasa logistik nasional diharapkan terus berjalan. Paket tersebut berisikan salah satu hal penting yaitu regulasi untuk menurunkan biaya angkutan barang melalui udara,” ujarnya. (dna/ric)