Dusun Bendo Harus Steril

33 Jiwa Direlokasi

374

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin meminta permukiman yang terdampak tanah amblas di Dusun Bendo Desa Kandangan, Kecamatan Bawen untuk bisa steril. Warga dipindahkan ke tempat yang aman untuk menghindari jatuhnya korban ketika ada bencana susulan.

“Semua warga yang terdampak segera pindah dari situ, barang-barang berharga bisa diambil semua,” ujar Mundjirin, Kamis (25/1).

Sebanyak 13 keluarga yang terdiri dari 33 jiwa tersebut direncanakan akan direlokasi menuju tempat yang lebih aman. Menurut Mundjirin, relokasi warga terdampak mendesak dilakukan. Mengingat tanah amblas tersebut sewaktu-waktu bsia berubah menjadi bencana yang lebih besar.

“Kita minta diambilin yang bisa dipakai, disimpan barangnya. Nanti kesepakatan dari PTP seperti apa, ditunggu saja,” kata ujarnya. Selain itu, lanjutnya, lokasi tanah amblas memang sudah tidak layak lagi untuk ditempati hunian.

Saat ini, ada tiga opsi yang sedang dirundingkan antara warga terdampak dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN IX) sebagai pemilik area tanah yang bergerak. Opsi pertama yaitu relokasi ke lahan PTPN IX di wilayah Jatirunggo, Kecamatan Pringapus. Opsi kedua, pemberian ganti rugi berupa uang namun jika terjadi longsor, PTPN IX tidak bertanggung jawab. Sedangkan opsi ketiga, masyarakat diminta mencari lahan sendiri dan PTPN IX akan memberikan tali asih.

“Masalahnya warga mau pindah dan PTPN mau memberikan sekadar untuk tali asih, hanya belum disepakati nominalnya. (Opsi) Perkebunan menyiapkan tanah juga ada, bahkan membangunkan rumahnya juga mau, tapi lokasinya adanya di Jatirunggo, lha orang-orang nggak mau,” katanya.

Sementara itu, data BPBD Kabupaten Semarang menyebutkan, lokasi pergeseran tanah tersebut berada di area milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Ngobo Kebun Jatirunggo. Diameter geraknya berkisar antara 10 sentimeter hingga 1,5 meter, dengan tekstur tanah terasering ketinggian lebih kurang 100 meter dan kemiringan 45 derajat. Tanah bergerak ini sebenarnya telah terjadi sejak setahun yang lalu.

Pemerintah desa dan BPBD Kabupaten Semarang juga sudah mengeluarkan larangan bagi warga, kembali ke tempat tinggalnya. Kades Kandangan Paryanto mengatakan hal ini guna menghindari terjadinya gerakan tanah susulan, menyusul kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi. “Warga kita ungsikan sementara ke tempat yang aman. Pemdes Kandangan dibantu BPBD Kabupaten Semarang membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari untuk mereka,” ujarnya. (ewb/ton)