Dorong Kesetaraan Hak dan Kesempatan Difabel

761

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pusat Pengembangan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo, sebuah LSM di dalam bidang pengembangan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) atau Community Based Rehabilitation (CBR) bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Semarang membentuk Tim Advokasi Difabel (TAD).

Tim ini beranggotakan lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Non Government Organisation (NGO), kelompok difabel dan relawan yang memiliki kepedulian untuk memberdayakan difabel.

Dijelaskan oleh Helen Intania, salah satu Inisiator TAD, berdasarkan United Nations Convention on Rights of Person with Disability (UN CRPD) atau konvensi PBB tentang hak-hak difabel dan CBR Matrix yang ditetapkan oleh WHO, advokasi difabel melalui RBM merupakan sebuah strategi pemberdayaan difabel di dalam masyarakat. Keberadaan TAD diharapkan dapat membawa para difabel berpastisipasi dalam pemenuhan hak mereka di segala bidang, baik dalam proses pembangunan dan juga pengambilan keputusan.

“Hal ini sesuai visi PPRBM yaitu kesetaraan hak dan kesempatan difabel melalui RBM demi meningkatkan kualitas hidup difabel,” jelas Helen kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said mengatakan, terbentuknya TAD dinilai sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Diharapkan TAD, dapat menjembatani difabel di Semarang dalam mengatasi segala persoalan.

“Karena ini dalam bentuk tim, sehingga dalam mengatasi persoalan dapat lebih mudah. Arahnya adalah mengupayakan agar hak-hak difabel dapat terpenuhi,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang. (sga/bas)