33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Dewan Tolak Rencana Minta Aset Pusat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—DPRD Kendal merasa tidak dimintai persetujuan atas kerjasama Pemkab Kendal dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dalam mengelola Pelabuhan Niaga Kendal. Dewan juga menolak rencana Pemkab yang akan meminta aset dari pemerintah pusat yang ada di pelabuhan.

Ketua Komisi C Nashri menyatakan tidak tahu isi nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Dirut PT Pelindo III IGN Askhara Danaputranto beberapa waktu lalu. Termasuk keuntungan yang akan didapat Kendal dari pelabuhan yang akan dikelola Pelindo tersebut apa saja. “Padahal ini menyangkut nasib Kendal ke depan, tapi kami tidak dimintai persetujuan,” kata Nashri, Kamis (25/1).

Menurutnya, seharusnya pemda sudah mulai menentukan grand design pelabuhan Kendal itu nanti arahnya akan dikembangkan seperti apa, dan yang didapat daerah apa saja. Sebab pelabuhan Kendal cukup besar, sehingga nantinya akan menyerap tenaga kerja. “Penyerapan tenaga kerja ini juga harus mulai direncanakan sejak dini. Sehingga warga Kendal nantinya bisa bekerja di pelabuhan. Termasuk peluang usaha yang bisa digarap warga ketika pelabuhan sudah beroperasi,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menolak rencana Pemkab Kendal untuk menarik aset pemerintah pusat yang ada di Pelabuhan Niaga Kendal. Yakni meliputi aset di laut senilai Rp 97 miliar dan aset di darat senilai Rp 234 miliar. Menurutnya hal itu akan jadi bumerang bagi pemerintah daerah ke depan. Sebab dengan adanya hibah aset, maka pemerintah pusat tidak lagi punya kewajiban untuk merawat, memperbaiki dan membangun pelabuhan.

“Dengan pelabuhan sebesar itu, apakah daerah mampu mengelolanya sendiri. Sebab APBD Kendal ini tidak besar, bahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan saja sekarang ini masih kurang-kurang,” tandasnya.

Ketua Komisi D Akhmad Suyuti menambahkan, jalan pelabuhan yang sudah ada saat ini dibangun dengan bantuan pemerintah Provinsi Jateng. Jadi pemilik aset pelabuhan Kendal ada tiga yakni Pemkab Kendal, Pemprov Jateng dan Kementerian Perhubungan. “Mungkin sekarang ini awal-awal enjoy, karena kondisi pelabuhan masih bagus. Tapi lama-kelamaan akan rusak, dan pemerintah daerah tidak mampu mengelola. Akhirnya daerah tidak mampu mengelola akan diminta oleh Pelindo III karena yang mampu membangun. Jadi semua perlahan akan dikuasai oleh Pelindo III,” tambahnya. (bud/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diuntungkan Tanpa Pluim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PSM Makassar dipastikan tidak akan diperkuat gelandang andalannya, Wiljan Pluim, saat berlaga melawan tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Kota...

Penataan Terminal Masih Semrawut

RADARSEMARANG.COM - MENYAMBUT arus mudik Lebaran 2018, penataan terminal di Kota Semarang masih terbilang semrawut. Pasalnya, pengelolaan terminal bus di Kota Semarang belum tertata...

Hotel Andalkan Promo Buka Puasa

SEMARANG – Saat bulan Ramadan, okupansi hotel di Kota Semarang biasanya mengalami penurunan yang cukup drastic, rata-rata mencapai 20 persen. Untuk mengangkat omzet, pihak...

Masakan Diolah Dengan Cara Sehat

Selain menyuguhkan rasa yang begitu lezat, Tjhiang juga menjamin olahan makanannya sehat. Cara masaknya juga tidak digoreng, dibakar, atau di panggang tapi direbus pakai...

Mengaji Sambil Berwisata

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG -  Mengaji Alquran, tidak melulu harus di masjid, majelis taklim, kelas atau ruangan. Namun, mengaji bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. “Kita...

Transaksi Offline Turun, Jual Beli Online Meroket

SEMARANG- Perkembangan teknologi informasi (IT) tergolong cukup pesat. Dari segi bisnis, perkembangan IT sangat membantu pelaku usaha. Lihat saja, saat ini ada perusahaan jasa...