KLASTEMA PEDULI : Alumni dan siswa STM 5 Semarang dari berbagai angkatan melakukan penggalangan dana untuk korban driver online Grab Car, di halaman sekolah, Kamis (25/1) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KLASTEMA PEDULI : Alumni dan siswa STM 5 Semarang dari berbagai angkatan melakukan penggalangan dana untuk korban driver online Grab Car, di halaman sekolah, Kamis (25/1) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Keluarga alumni SMK Negeri 5 Semarang (Klastema), Kamis (25/1) kemarin, melakukan aksi galang dana yang melibatkan warga sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap keluarga driver taksi online yang tewas dibunuh, Sabtu (20/1) lalu. Hal ini, terkait dengan pelaku yang ternyata merupakan siswa dari satuan pendidikan yang berada di Jalan dr Cipto nomor 121, Semarang Timur.

Koordinator Galang Dana Klastema, Sugeng Waluyo mengatakan bahwa pada dasarnya para alumni ingin melakukan hal positif. Di sisi lain, informasi yang beredar di media sosial secara tidak langsung memberikan citra yang kurang baik pada almamaternya. Ia menegaskan, bahwa aksi ini adalah murni dan tidak ada paksaan kepada siswa.

“Semuanya murni berdasarkan empati. Tidak ada kewajiban siswa untuk ikut menyumbang. Namun kami turut prihatin, karena anak korban masih bayi. Itu salah satu perhatian kami,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/1) kemarin.

Sugeng mengatakan, kejadian yang menimpa sekolahnya ini menjadi perhatian seluruh alumni. Ia menyayangkan pihak-pihak yang menyoroti almamaternya. Sebab yang dilakukan pelaku merupakan aktivitas pribadi yang tidak terkait dengan almamater. Terlepas dari hal itu, pihaknya hanya ingin menunjukkan empati atas kejadian yang menimpa keluarga korban. “Inisiatif ini sebagai bentuk menangkis kabar negatif yang beredar. Kami gelar aksi positif, pengggalangan dana. Telah terkumpul Rp 2.300.000,” ujarnya.

Sugeng mengatakan, aksi positif lainnya akan dilakukan yakni kirim doa bersama yang digelar di masjid sekolah. Galang dana akan terus berlangsung hingga Senin (29/1) mendatang. Secepatnya, hasil donasi akan diserahkan kepada keluarga korban. “Rencananya hari Senin (29/1) mendatang disampaikan biar tidak terlalu lama dan dapat dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.

Terpisah, Kepala SMK Negeri 5 Semarang Suharto mengapresiasi inisiatif para alumni yang melakukan aksi galang dana. Pihaknya, tidak akan membatasi para alumni yang ingin menyelenggarakan kegiatan positif di lingkungan sekolah. “Ini sesuatu yang positif, semoga dana yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi keluarga. Saya berterima kasih pada alumni yang memiliki ide tersebut,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan tindakan yang dilakukan sekolah terhadap pelaku IB, 16 dan DIR, 15, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan. Menurutnya, sekolah tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan dan berharap permasalahan dapat segera diselesaikan. “Belum bisa mengambil keputusan, karena semua tergantung proses di kepolisian. Kami menunggu hasilnya, baru bisa mengambil tindakan,” tandasnya. (tsa/ida)