Alat Ukur 14 SPBU Ditera Ulang

609
CEK BAHAN BAKAR: Wali Kota Pekalongan Saelany saat mengecek alat ukur penjualan bakan bakar di SPBU Gajahmada Kota Pekalongan, Kamis (25/1). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK BAHAN BAKAR: Wali Kota Pekalongan Saelany saat mengecek alat ukur penjualan bakan bakar di SPBU Gajahmada Kota Pekalongan, Kamis (25/1). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Setelah resmi memiliki lembaga Meterologi sendiri, Pemerintah Kota Pekalongan gencar menggelar tera ulang. Selain ingin melindungi konsumen dari kecurangan pada alat ukur, juga sosialisasikan bahwa kini pihaknya memiliki lembaga sendiri untuk tera alat ukur.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop & UKM) Kota Pekalongan turun sendiri memantau tera ulang terhadap alat ukur di 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Pekalongan. tera ulang tersebut dilakukan Wali Kota usai menggelar Operasi Pasar Beras Murah di Pasar Grogolan, Kamis (25/01).”Jika alat ukur yang digunakan pas dan sesuai standar maka konsumen tidak merasa dirugikan. Dan kebetulan dalam proses tera ukur tadi tidak ditemukan masalah,” kata Saelany.

Saelany Machfudz juga menegaskan kepada Dinas terkait, agar bisa mengoptimalkan alat yang sudah ada pada Kantor Meterologi setempat. Bahkan juga menyrankan, agar daerah-daerah yang lain pun bisa memanfaatkan lembaga Meterologi yang ada di Pekalongan untuk bisa melakukan tera ulang alat ukur usahanya.

Kepala Dindagkop dan UKM Zaenul Hakim, menjelaskan bahwa tera ukur tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan demi menjaga ukuran yang pas, baik berupa tera ulang pada timbangan yang digunakan di pasar-pasar maupun ukuran pada 14 SPBU yang ada di Kota Pekalongan.

“Setiap setahun sekali sebenarnya dilakukan tera ulang, tapi diluar itu kita juga. Tim teknis kita juga melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengurangi kecurangan yang akibatnya bisa merugikan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut Zaenul menambahkan bahwa usai diresmikannya Gedung Unit Meterologi pada Dindagkop & UKM, pihaknya berharap mampu lebih meningkatkan keakuratan ukuran dan timbangan yang ada di Kota Pekalongan. Pihaknya bahkan siap melayani para masyarakat pengguna yang ingin melakukan tera ulang terhadap timbangan maupun alat ukur yang lain.”Kemarin salah satu sekolah juga ada yang meminta agar timbangan di sekolahnya untuk ditera ulang guna menunjang kebutuhan laboratorium sekolah, kemudian kita lakukan,” lanjut Hakim.

Manajer SPBU Merdeka, Tri Paryono mengungkapkan, selain dilakukan tera ulang oleh Pemerintah Kota, pihaknya juga secara rutin dan berkala melakukan peninjauan atas alat ukur yang dimiliki. Dia bahkan berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kota Pekalongan, yang kini memiliki Kantor Meterologi sendiri untuk melakukan tera pada alat ukurnya.”Sebelumnya kalau mau tera alat, kami harus jauh-jauh ke Tegal, namun sejak januari 2018 ini kita jadi mudah dan dekat karena di kota Pekalongan sendiri sudah ada,” ucapnya senang. (han/bas)