Uang Rp 3,618 T Dimusnahkan

343
CEK UANG : Kepala KPw BI Tegal Joni Marsius saat memberikan keterangan terkait alat pemeriksa keaslian uang di kantor BI Tegal, Rabu (24/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK UANG : Kepala KPw BI Tegal Joni Marsius saat memberikan keterangan terkait alat pemeriksa keaslian uang di kantor BI Tegal, Rabu (24/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal kini menambah peralatan untuk membantu layanan verifikasi dan klasifikasi uang yang diragukan keasliannya. Dengan memiliki alat bernama Stereo Microscope dan Portable Microscope, kini masyarakat se-eks Karesidenan Pekalongan tidak perlu lagi mengirim ke BI Conterfeit Analisis Center (CAC) di Jakarta.

“Alat ini sangat akurat dan bisa mempercepat layanan, karena BI selaku otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) ingin memastikan uang yang beredar di masyarakat dalam jumlah dan pecahan uang cukup dan layak edar,” kata Kepala KPw BI Tegal Joni Marsius di Kantor BI Tegal, Rabu (24/1).

Sejak 2016, KPw BI Tegal telah meningkatkan uang layak edar bagi masyarsakat di eks Karesidenan Pekalongan melalui kebijakan clean money policy dengan layanan penukaran di kantor, layanan mobil kas keliling dan layanan perbankan. “Layanan penukaran uang rusak atau lusuh dan yang telah ditarik dari peredaran pada 2018 akan dibuka setiap Senin sampai Kamis sebagai komitmen menyediakan uang layak edar bagi masyarakat,” jelas Joni.

Pada 2017, KPw BI Tegal telah mengedarkan uang sebanyak Rp 8,930 triliun. Meningkat sebesar 1,3 persen dari 2016 sebesar Rp 8,812 triliun. Sementara uang rusak, lusuh, uang yang ditarik dari peredaran sebagai uang tidak layak edar (UTLE) telah dimusnahkan sebesar Rp 3,618 triliun. Turun sebesar 10 persen dari 2016 sebesar Rp 4,032 triliun.

“Penurunan tersebut dampak kebijakan BI dalam menjaga dan meningkatkan kualitas uang layak edar di masyarakat melalui kebijakan clean money policy,” tambah Joni.

Pencegahan tindak kejahatan pemalsuan uang rupiah menjadi perhatian serius BI. Sepanjang 2017, KPw BI Tegal telah mengklarifikasi uang yang diragukan keasliannya oleh masyarakat maupun perbankan sebanyak 4.457 lembar. Jumlah ini meningkat 32 persen dari 2016 sebanyak 3.382 lembar. (han/ton)