Pasang Braket di Gigi Tak Bisa Sembarangan

770
drg Christine M SpOrt (DOKUMEN PRIBADI)
drg Christine M SpOrt (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Perawatan orthodonti atau yang sering dikenal dengan behel (kawat gigi) bertujuan untuk membetulkan letak gigi yang salah sehingga menjadi benar pada lengkungnya dan menjadi harmonis. Perawatan orthodonti  memiliki banyak klasifikasi, bukan hanya untuk gigi tidak rata dan gigi maju saja. Perawatan ini juga biasa  dilakukan oleh dokter gigi spesialis orthodonti (orthodontis), yakni dokter gigi yang telah menjalani sekolah lagi pada program pendidikan  dokter gigi spesialis orthodonti (PPDGS) dalam waktu 4-5 tahun.

”Perawatan orthodonti sangat luas, berkenaan dengan tekanan, jaringan penyangga, profil wajah dan lain sebagainya. Sehingga memang betul betul harus dilakukan oleh ahlinya dan bukan di salon-salon gigi secara sembarangan yang dilakukan bukan oleh petugas medis kedokteran gigi,” jelas anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Semarang, drg Christine SpOrt kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (24/1)

Alumnus spesialis orthodonti Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung ini mengatakan, perawatan ini juga harus melalui sejumlah tahap, seperti melakukan rontgen terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mengetahui benih gigi, keadaan tulang dan hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan.

”Dari tahap rontgent ini kemudian orthodontis akan menganalisa dan melakukan perhitungan apakah gigi perlu dicabut atau tidak. Sehingga tidak sembarangan dalam memasang braket pada gigi,” kata dokter yang juga anggota Ikatan Orthodontis Indonesia (Ikorti) Jogja-Jateng ini.

Begitu juga dalam perawatannya, kata dia, tidak bisa sembarangan dikerjakan. Pasien yang menjalani perawatan orthodonti harus melakukan anjuran dokter gigi spesialis yang menanganinya.  ”Perawatannya sesuai dengan instruksi dokter, karena memang perawatan seperti ini kan by case atau sifatnya individual,” terangnya.

Christine menegaskan, perawatan orthodonti memang hanya untuk orang-orang yang memerlukan perawatan. Sehingga tidak dibenarkan jika pemasangan braket dilakukan sekadar untuk fashion/ bergaya. Sebab, gigi yang tidak memerlukan perawatan jika dipasang braket akan menimbulkan sejumlah dampak negatif, seperti gigi goyang dan bahkan bisa lepas, gigi berlubang serta dampak negatif lainnya. Terlebih jika kebersihannya tidak diperhatikan.

”Dokter gigi yang merawat harus memberikan penjelasan bahwa perawatan orthodonti itu memang benar-benar untuk orang yang membutuhkan perawatan.  Dokter spesialis pun harus menolak ketika ada yang datang minta dipasang braket hanya untuk fashion. Apalagi yang ke orang awam,”tegasnya.

Ditambahkan, edukasi kepada masyarakat untuk datang ke dokter gigi yang belajar khusus ilmu meratakan gigi (orthodontis) menjadi penting karena banyak kasus yang pada akhirnya merugikan pasien. Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban dari salon-salon gigi dan dikerjakan oleh orang yang tidak belajar ilmu kedokteran gigi, yang kemudian datang mengeluh ke dokter gigi spesialis/ orthodontis, karena dirasakan tidak ada perkembangan atau bahkan terjadi kelainan gigi yang baru.   ”Untuk kasus seperti ini kadang ada yang bisa diperbaiki, ada juga yang tidak bisa. Kan kasihan pasiennya. Sehingga jangan sampai mereka salah langkah,” katanya. (sga/aro)

Silakan beri komentar.