Habib Syech : Pilkada Jangan Umbar Fitnah

Selawatan Bareng Ganjar

629
SALAWATAN : Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama ribuan Syekher Mania di sela-sela Jateng Bersalawat di Alun-Alun Sukoharjo, Senin malam (23/1) kemarin. (ISTIMEWA)
SALAWATAN : Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama ribuan Syekher Mania di sela-sela Jateng Bersalawat di Alun-Alun Sukoharjo, Senin malam (23/1) kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SUKOHARJO – Seluruh warga Jawa Tengah diharapkan bersama-sama menjaga kedamaian dan ketenteraman terutama menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Juni 2018 mendatang. Tidak perlu ada gegeran karena semua bersaudara.

Hal itu diungkapkan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di sela-sela Jateng Bersalawat di Alun-Alun Sukoharjo, Senin malam (23/1) kemarin. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama ribuan Syekher Mania dari berbagai daerah memadati acara tersebut. Suasana yang selalu sama sejak Jateng Bersalawat pertama kali digelar pada 31 Oktober 2013.

Habib Syech mengatakan bahwa berbeda pilihan semestinya tidak dijadikan masalah. Menurutnya, yang terpenting justru meningkatkan kerukunan dan ukhuwah Islamiah. “Jangan sampai perbedaan membuat perpecahan. Masyarakat yang mempunyai hak pilih diberi kebebasan memilih calon yang disukai. Namun bukan untuk saling berkelahi atau berselisih,” katanya.

Dia meminta warga untuk memilih calon pemimpin dengan sadar dan hati nurani yang baik, tidak terpancing oleh informasi-informasi hoax, hujatan, menjelek-jelekan orang, serta hal-hal bersifat provokatif. “Berita hoax kok dipercaya semua. Sudahlah tutup semua yang seperti itu. Jadilah orang yang bisa memberi manfaat. Sudah tahu itu berita bohong dan tidak memberi manfaat, tapi disebar ngalor-ngidul diceritakan semua orang,” terang ulama kelahiran Surakarta ini.

Habib Syech menegaskan, masyarakat jangan gampang percaya dan terpancing terhadap apapun yang terjadi. Ia pun meminta apabila ada yang tidak baik, maka didoakan bersama-sama supaya menjadi baik dan yang sudah baik menjadi lebih baik. Sehingga hati menjadi tenteram dan tidak pusing memikirkan berbagai informasi yang ada.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan dengan bersalawat, tahun politik akan berjalan lancar dan tidak geger. Karena dalam bersalawat, semua berdoa meminta agar kondusivitas tetap terjaga, tak ada orang saling hujat, selalu menjaga kerukunan dan menjaga NKRI.