Garap Peningkatkan Ekonomi Perempuan

363
PERJUANGKAN PEREMPUAN: Bacagub Ida Fauziyah ingin fokus meningkatkan ekonomi perempuan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERJUANGKAN PEREMPUAN: Bacagub Ida Fauziyah ingin fokus meningkatkan ekonomi perempuan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bacagub Ida Fauziyah terus mencari dukungan dari masyarakat Jateng. Sebagai kader NU, ia sudah melakukan silaturahmi dan sowan ke sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Ia ingin memaksimalkan perannya dan ingin mengangkat ekonomi Perempuan.

“Banyak masalah perempuan yang belum diatasi. Saya ingin fokus dan salah satunya meningkatkan ekonomi perempuan,” kata Ida Fauziyah.

Sebagai kaum perempuan, ia mengaku jika perhatian selama ini kurang. Padahal, perempuan hebat akan melahirkan generasi emas. Jika sektor ini digarap serius, jelas akan bisa mengatasi berbagai persoalan di Jateng. “Kemiskinan dan lapangan kerja juga harus diperhatikan. Jika ekonomi perempuan kuat jelas akan bisa mengatasi masalah itu,” ujarnya.

Ida Fauziyah meminta agar relawan bisa lebih dikenal dan disukai masyarakat Jateng. Selain itu, bagaimana bisa menjaga suara agar bisa memenangkan Sudirman-Ida Fauziyah. Jateng sekarang membutuhkan pemimpin baru yang bisa lebih meningkatkan dan memajukan Jateng. “Harus terus bersinergi dan tetap menjaga persatuan untuk memenangkan Sudirman-Ida di Jateng,” tambahnya.

Ia optimistis akan bisa memenangkan Pilgub Jateng bersama Sudirman Said. Meski lawannya merupakan Incumbent ia mengajak seluruh relawan dan mesin partai untuk terus optimistis. Dengan usaha keras, pasti akan diberikan jalan untuk bisa menang. Apalagi, dukungan terus berdatangan dan menyatakan dukungan. “Bagi saya pantang menyerah, di hadapan saya harus menang. Ber-ikhtiar dan pasti akan dimudahkan jalan,” tegasnya.

Ketua Tim Perjuangan Merah Putih, Ali Khamdi, mengaku siap memenangkan Sudirman-Ida. Pembentukan majelis desa sebagai salah satu upaya menyerap aspirasi dan mengetahui persoalan masyarakat Jateng. Karena selama ini banyak persoalan yang belum diselesaikan seperti kemiskinan dan pemberdayaan perempuan. “Setelah diinventarisasi akan lebih mudah untuk penyelesaiannya,” tambahnya. (fth/bas)