TAHAP AWAL: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan tahap awal proyek bendung karet di Sungai Banjir Kanal Barat, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAHAP AWAL: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan tahap awal proyek bendung karet di Sungai Banjir Kanal Barat, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Proyek pembangunan bendung karet di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) saat ini sedang dimulai tahap awal. Bendungan ini nantinya berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta mendorong flashing sedimen sungai.

Proyek bendungan ini menelan biaya Rp 148 miliar. Nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata air. Saat ini pengerjaan masih dalam tahap awal, di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Ada kurang lebih 30 pekerja dalam pengerjaan tahap awal. Ini baru tahap persiapan, yakni melakukan pengurukan menggunakan alat berat,” kata salah satu pekerja di lokasi proyek, Rabu (24/1).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto, mengatakan, pembangunan bendung karet BKB konsepnya adalah bendungan bergerak. “Tujuannya, bendungan ini berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, kemudian untuk mendorong flashing sedimen sungai. Nanti sedimen bisa terdorong. Kalau selama ini sedimennya kan terkumpul,” terang Ruhban, Rabu (24/1).

Selain itu, kata dia, digunakan untuk tempat wisata. “Apalagi di Kota Semarang masih kekurangan tempat wisata. Jadi, nanti air sungai BKB di atas bendungan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata air. Misalnya, perahu, sekoci, latihan dayung, dan seterusnya,” terang Ruhban.

Kontrak pengerjaan proyek pembangunan bendung karet BKB tersebut telah dilakukan sejak November 2017 lalu. Dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta. “Sesuai kontrak, pembangunan ini akan diselesaikan Desember 2019. Total waktu yang dibutuhkan 720 hari menggunakan anggaran Rp 148 miliar,” katanya.

Ditambahkan, bendung karet juga sebagai long storage untuk penahan air. Terutama ketika musim kemarau, agar Sungai BKB itu tetap ada genangan air. (amu/aro)