TERJANGKAU: Warga mengangkut beras operasi pasar yang baru dibelinya di Pasar Tretep, Rabu (24/1). (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
TERJANGKAU: Warga mengangkut beras operasi pasar yang baru dibelinya di Pasar Tretep, Rabu (24/1). (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG—Dua ton beras yang digelontor Pemkab Temanggung bekerja sama dengan Perum Bulog Sub-Divre Kedu di Pasar Tretep, Rabu (24/1) kemarin, ludes diserbu warga. Hanya butuh waktu dua jam, masyarakat antusias membeli beras yang dijual seharga Rp 9 ribu/kg tersebut. Antusiasme warga membeli beras operasi pasar, karena harga beras saat ini tengah melambung.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindag dan UMKM) Temanggung, Ekowari, menyampaikan, operai pasar digelar di dua titik. Yakni, di Pasar Batok Wonoboyo dan Pasar Tretep. Masing-masing 5,5 ton. “Di Pasar Batok, hanya habis 3 ton, lalu sisanya kita bawa ke Pasar Tretep. Di Pasar Tretep, tidak kurang dari dua jam, beras sebanyak 8 ton langsung habis,” kata Ekowari.

Dikatakan, di dua titik tersebut, sebenarnya Pemkab mengajukan 10 ton beras. Namun justru disiapkan 11 ton. Operasi pasar akan dilanjutkan pada Kamis (hari ini) di Pasar Legi Parakan dan Pasar Kliwon Rejo Amertani. Setelah itu, di Pasar Ngadirejo dan Candiroto. Warga bisa membeli beras operasi pasar seharga Rp 9 ribu/kg, dengan maksimal pembelian 10 kg. “Operasi pasar beras dilakukan untuk menstabilkan harga beras medium di pasaran yang harganya melambung.”

Rosmidah, 30, warga Tretep mengaku senang dengan pelaksanaan operasi beras. Sebab, harga beras di pasaran telah mencapai Rp 13 ribu/kg. “Tadi, kami bisa membeli 10 kilogram, dengan membayar Rp 90 ribu. Kami berharap operasi pasar beras bisa dilakukan lagi sampai harga beras di pasaran normal kembali,” katanya. (san/isk)