PKL Kucing-Kucingan

789
DISITA : Sejumlah PKL Jalan Mataram mengecek dagangannya yang disita dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DISITA : Sejumlah PKL Jalan Mataram mengecek dagangannya yang disita dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang menertibkan pedagang sayuran dan gorengan yang berjualan secara ilegal di trotoar Jalan Mataram, Selasa (23/1). Petugas terpaksa mengangkut para pedagang dan barang dagangannya menuju kantor Satpol PP untuk dibina.

Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana, menjelaskan ada 12 pedagang yang telah melanggar Perda No 6 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum (Tibum) dan Perda No 13 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Para pedagang yang terciduk terbukti telah berjualan di trotoar Jalan Mataram yang hasrusnya untuk pejalan kaki.

“Kami bertindak tegas karena peringatan sudah kami berikan berulang kali. Bahkan, ada kesan pedagang ini kucing-kucingan dengan kami. Saat kami datang, mereka sembunyi di jalan masuk Pasar Rejowinangun dan kembali ke trotoar saat kami pergi,” tegas Singgih.

Mereka yang terciduk merupakan PKL liar dan bukan pedagang Pasar Rejowinangun, karena tidak terdata di Disperindag. Hanya saja, ada dugaan beberapa dari mereka telah memiliki los di dalam pasar. “Barangkali karena tidak sabar berjualan di dalam pasar, maka mencoba jualan di trotoar,” kata Singgih.

Sementara itu, salah satu pedagang yang dirazia, Ngatinah, 50, warga Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang mengaku tidak tahu kalau tidak boleh berjualan di trotoar. Ia mengaku hanya ikut-ikutan pedagang lain yang lebih dulu berjualan di lokasi tersebut.“Mboten ngertos menawi mboten saged dodolan teng mriku,” ujar Ngatinah dengan bahasa Jawa. (cr3/ton)