33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Petani Demak Tolak Impor Beras

Menteri Pertanian Panen Raya Padi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Petani Kabupaten Demak kemarin (23/1),menyuarakan penolakan terhadap impor beras secara langsung di hadapan Menteri Pertanian, Amran Sulaeman. Suara para petani tersebut menggema setelah Bupati Demak HM Natsir menanyai sejumlah petani yang ikut hadir dalam kegiatan panen raya di Desa Sari, Kecamatan Gajah.

Bupati Demak HM Natsir menegaskan, wilayahnya surplus beras, sehingga tidak perlu beras impor. “Apalagi, sekarang lagi panen raya. Coba saya tanya bapak-bapak ini apakah masih perlu beras impor?”tanya bupati yang berdiri di atas panggung.

Secara serentak, para petani yang menghadap ke panggung tempat bupati dan Menteri Pertanian berada bersama-sama menolak impor beras oleh pemerintah.

“Jadi, Bapak Menteri Pertanian tahu sendiri bagaimana suara para petani kita ini,”ujar bupati. Menurutnya, Kabupaten Demak sehari kemarin areal sawah yang panen raya mencapai 7 ribu hektare. Sedangkan padaFebruari nanti luasan panen raya mencapai 38 ribu hektare.

“Kalau melihat kondisi seperti ini, tidak kekurangan pangan. Justru kita surplus. Saat panen produksi melimpah tapi harga turun,”katanya.

Anggota DPD RI asal Jateng, Detty Eka Pratiwi, juga menegaskan, DPD juga telah menyampaikan sikapnya menolak impor beras. “Impor beras fenomenal tapi tidak bagus untuk kita semua (petani). Petani dimanapun berada merasa heran mengapa ada impor beras. Padahal program Kementerian Pertanian adalah tanam padi tiap hari. Cadangan beras juga cukup untuk beberapa bulan kedepan. Cetak sawah baru juga terus dilakukan. Karena itu, tidak ada alas an untuk impor beras,” ujarnya.

Menanggapi penolakan impor beras ini, Menteri Pertanian Amran Sulaeman mengatakan, dirinya sudah berkeliling nusantara, termasuk melihat dari helikopter dari Jawa Timur ke barat, termasuk ke Demak. Dari pengamatannya, semua sedang panen raya. Di Jawa Tengah sendiri ada 300 ribu hektare panen. Jadi, ada sekitar  1,8 juta ton setahun atau 900 ribu ton sekali panen. Dan, Jateng hanya butuh 265 ribu ton untuk konsumsi. “Kalau kondisinya seperti ini, saya sampaikan berkali-kali tidak perlu impor,”tegasnya.(hib/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ramadan dan Jihad yang Menghidupkan

RADARSEMARANG.COM - PARA sejarawan muslim mencatat bahwa puasa Ramadan baru disyariatkan oleh Allah SWT kepada umat Islam pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijrah dengan...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Pendidikan Karakter Siswa, Kewajiban Siapa?

RADARSEMARANG.COM - BELAKANGAN ini, sering dijumpai beberapa kasus dan masalah yang berkaitan dengan kekerasan atau penyimpangan yang dilakukan oleh siswa. Pemberitaan yang berkaitan dengan...

Pembebasan BBN II Kurang Efektif

SEMARANG - Program pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II yang berlaku mulai 21 Agustus-30 November 2017 dinilai kurang efektif. Sebab, pemilik kendaraan bermotor masih...

Kedewasaan Politik Bakal Diuji

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pilgub bisa dibilang uji kedewasaan politik masyarakat. Bagaimana semua komponen masyarakat, aparat keamanan, bahkan kandidat, bisa menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan....

Target Mei Diresmikan

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pekerja sedang memasang atap panggung teater Taman Indonesia Kaya di Taman Menteri Supeno, Semarang, Senin (12/3). Taman Indonesia Kaya akan menjadi...