Penemuan Upal Menurun

735

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penemuan uang palsu sepanjang tahun lalu mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Sosialisasi terkait ciri-ciri keaslian uang Rupiah (Cikur) terus dilakukan, khususnya jelang Pilkada 2018, guna mengantisipasi peredaran upal di masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, penemuan uang palsu sepanjang tahun lalu tercatat lebih rendah 16,65 persen dari tahun sebelumnya. Yaitu sebanyak 21. 628 lembar.

“Penemuan tersebut sebagian besar berasal dari klarifikasi perbankan ke Bank Indonesia. Hal ini juga mengonfirmasi bahwa pemahaman pegawai perbankan mengenai Cikur juga telah baik,”ujarnya, kemarin.

Namun demikian, pihaknya tetap berupaya untuk meminimalisir peredaran uang palsu di wilayahnya. Diantaranya dengan giat melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang rupiah dengan baik.

“Sosialisasi kami lakukan langsung ke masyarakat di daerah tertentu seperti pasar, perbankan, terminal, stasiun, dan pusat keramaian lainnya. Selain itu kami juga lakukan sosialisasi ke kalangan akademisi, berbagai komunitas maupun langsung kepada para aparat penegak hukum,”ujarnya.

Selain itu, perbankan juga diharapkan tetap waspada terhadap adanya kemungkinan peredaran uang palsu khususnya jelang pilkada yang juga bertepatan dengan peringatan hari keagamaan. (dna/bas)