Musyawarah Reboan, Serap Masukan Grassroot

525
Ali Khamdi
Ali Khamdi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah, akan menjadikan musyawarah sebagai metode dalam perjuangan. Ketua Tim Perjuangan Merah Putih, Ali Khamdi mengatakan, para pendukung Pak Dirman-Ibu Ida, mengusulkan diselenggarakannya Musyawarah Reboan.

Di tingkat desa, Musyawarah Reboan adalah sarana bagi Majelis Desa – organ perjuangan yang dibentuk di tingkat Desa/Kelurahan, dalam menciptakan ruang kesempatan bagi warga untuk terlibat. “Dalam forum Musyawarah Reboan itulah, warga akan membuat keputusan politik yang didasarkan keadaan desa setempat,” katanya.

Ia menambahkan, dengan demikian, tidak ada strategi besar. Yang ada adalah strategi setempat, yang dikembangkan atas dasar sumber daya dan tantangan setempat. Pak Dirman-Ibu Ida, sedari proses pilkada benar-benar ingin menghadirkan demokrasi dan menjadikan demokrasi bekerja. “Pada 24 Januari besok, secara serempak akan diselenggarakan musyawarah Reboan di seluruh Kabupaten/Kota, yang melibatkan tokoh-tokoh dan penggerak tingkat kecamatan, di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Musyawarah, adalah cara baik dan bijak adalah menyelesaikan masalah. Pak Dirman dan Ibu Ida, akan menggunakan musyawarah sebagai metode dalam perjuangan. Hal ini tentu dilakukan karena sesuai dengan prinsip demokrasi, bahwa proses pilkada seharusnya adalah dari, oleh dan untuk warga. “Artinya, warga adalah subjek dalam proses politik ini. Sebagai subjek, warga harus punya ruang kesempatan untuk ambil bagian secara substantif dan konkret, tidak hanya nyoblos di bilik suara,” terang Ali.

Koordinator Eks Karesidenan Pekalongan Tim Perjuangan Merah Putih, Dasuki Riswandi, mengatakan, dari pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan Majelis Desa di wilayahnya berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diidentifikasi. “Dalam pertemuan Majelis Desa kita bermusyawarah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga desa, selain itu juga berusaha merumuskan solusinya. Tentu saja musyawarah juga membahas mengenai bagaimana warga memenangkan Pak Dirman dan bu Ida,” tambahnya. (fth/bas)