Hadi Santoso
Hadi Santoso

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng berharap ada upaya akomodatif dari Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan tol Batang-Semarang. Saat ini, proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang tidak berjalan mulus dan terancam meleset dari target waktu penyelesaian.

Sebab, sampai sekarang seksi IV dan V terkendala masalah pembebasan lahan. Padahal pada Mei 2018, pekerjaan beton ditarget harus selesai untuk digunakan mudik Lebaran 2018. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, bahwa  lahan yang belum dibebaskan di seksi ini rata-rata adalah tanah wakaf berupa masjid, musala, sekolah dan tanah permakaman. “Harus ada upaya percepatan, agar persoalan yang terjadi bisa secepatnya bisa rampung,” ujarnya.

Selain itu kendala yang dihadapi adalah permintaan jumlah perlintasan jalan tol yang diminta warga meningkat. Untuk tanah wakaf masih dalam pengurusan di Kementerian Agama. “Kendala lainnya, permintaan warga meningkat untuk perlintasan penyebrangan jalan tol baik dalam bentuk underpass ataupun overpass,” katanya.

Hadi mengusulkan terkait persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan penggantian bangunan. Jika tanah kas desa bisa disewa untuk konstruksi, sedangkan untuk tanah wakaf bisa dilakukan penggantian bangunan. Terkait penyeberangan, perlu adanya konsisten terhadap DED yang telah disepakati. “Perlu konsisten dengan DED yang disepakati, dengan tetap akomodatif terhadap masukan masyarakat yang memungkinkan,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini, menyebut bahwa saat ini pada seksi IV, dari 1.945 bidang tanah (141,842 hektare) yang dibebaskan, baru 1.600 bidang (126,67 hektare) atau sebesar 89,3 persen dari total lahan. Sementara itu, di seksi 5 dari 2.698 bidang tanah 146,56 hektar), sebesar 89,96 persen atau 2.630 bidang tanah (131,85 hektare) sudah dibebaskan.

“Untuk masalah tanah wakaf, saat ini masih dalam pengurusan di Kementerian Agama. Kendala lainnya, permintaan warga meningkat untuk perlintasan penyebrangan jalan tol baik dalam bentuk under pass ataupun over pass. Awalnya dalam detail engeneering design (DED) sebanyak 38 buah, saat ini menjadi 76,” tambahnya. (fth/bas)