OPERASI BERAS : Gubernur Ganjar Pranowo ketika melakukan operasi pasar mengecek stok dan harga beras di Pasar Johar Semarang, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI BERAS : Gubernur Ganjar Pranowo ketika melakukan operasi pasar mengecek stok dan harga beras di Pasar Johar Semarang, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa Jateng sudah swasembada beras sehingga tidak membutuhkan impor. Ia pun meminta pemerintah agar lebih cermat menghitung cadangan beras nasional. Dengan begitu, akan diketahui daerah mana yang berlebih dan daerah mana yang membutuhkan.

“Kalau Jateng sudah aman. Ini juga sudah kami laporkan ke Presiden Joko Widodo agar menghitung betul cadangan beras nasional kita. Ketika cadangan kita anggap cukup, maka saya minta rastra segera diturunkan, operasi pasar dilakukan. Dan di Jateng, sudah dilakukan,” kata Ganjar.

Ia juga meminta Bulog, ketika cadangan beras masih cukup, tak perlu menunggu dan segera melakukan operasi pasar. Utamanya di sentra-sentra yang harga beras melambung. Hingga saat ini, sudah dilakukan operasi pasar di sejumlah daerah.

Ganjar juga sudah memerintahkan Dinas Pertanian Jateng untuk menghitung daerah yang panen dan berapa kapasitas produksinya pada Februari hingga Maret mendatang. Hal ini untuk mengetahui kondisi stok beras di Jateng.

Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari mengatakan jika ditinjau dari pasokannya saat ini, Jateng dalam kondisi surplus. Stok beras yang melimpah pun tidak hanya cukup untuk konsumsi masyarakat Jateng, namun juga bisa dikirim ke beberapa provinsi yang membutuhkan beras.

Ia mengatakan pada tahun lalu, Jateng mengirim beras keluar Jawa hingga 47 ribu ton. “Jawa Tengah sebagai penyangga pangan juga memikirkan daerah lain yang defisit. Pada tahun ini, hingga pertengahan Januari, kami sudah diminta mengirim ke DKI Jakarta 10 ribu ton dan baru saja beberapa hari kemarin ini diminta mengirim ke Medan 2 ribu ton,” ungkapnya.