33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

2018 Rasio Elektrikfikasi Ditarget Capai 98,35 Persen

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

SEMARANG-Rasio elektrifikasi atau jumlah rumah tangga berlistrik di wilayah PT  PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun 2017 meningkat 2,71 persen menjadi 96,22 persen dibanding tahun 2016. Tahun ini Rasio elektrifikasi ditarget mencapai 98,35 persen.

Rasio Elektrifikasi ini menurut Deputi Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jateng Dan DI Yogjakarta Hardian Sakti Laksana, Rabu (24/1) dikantornya kemarin meningkat karena PLN tahun 2017 melakukan agresif pemasaran door-to-door ke masyarakat khususnya yang belum berlistrik. Jumlah keseluruhan pelanggan rumah tangga di wilayah PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta saat ini 9.948.614 pelanggan dari jumlah total Rumah tangga sesuai data BPS propinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta 10.398.728.

Disamping itu, PLN berhasil menekan angka susut jaringan menjadi hanya 5,96 persen. Upaya yang dilakukan untuk menekan angka susut tersebut, antara lain  aspek teknis yaitu penambahan jalur/penyulang baru, perbaikan dan penyeimbangan beban jaringan listrik, penambahan trafo. Sedangkan aspek Non-Teknik diantaranya penertiban aliran listrik (P2TL).

“Tahun 2017, ada penambahan pelanggan baru listrik  466.822 pelanggan, atau naik  4,54 persen dibanding tahun 2016, dengan total jumlah pelanggan 10.741.660 pelanggan. Sedangkan untuk tahun 2018 ditarget 409.520 penambahan pelanggan baru,” jelas Sakti.

Sementara itu gangguan Listrik selama tahun 2017 juga mengalami penurunan 2,75 kali/100 kms. Rata-rata angka gangguan penyulang (listrik padam) 2017 sebanyak 6,55 kali/100 kms, turun bila dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar 9,3 kali/100 kms.

Penjualan listrik selama tahun 2017 mencapai 25.126 GWH, atau tumbuh 3,1 persen dibanding tahun 2016. PLN terus berusaha menyambung sebanyak banyaknya, sesuai SOP guna meningkatkan penjualan tenaga listrik.

“Tahun 2018, PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta terus meningkatkan pelayanan dengan target pertumbuhan penjualan tenaga listrik 7,5 persen,” tambah Sakti. (tya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This