Wajib Kembangkan Potensi Investasi

816
KORIDOR EKONOMI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di dampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo dan Sekda Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono saat peresmian Kantor Sekretariat Keris Jateng(Koridor Ekonomi,Perdagangan,Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, kemarin (22/1). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KORIDOR EKONOMI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di dampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo dan Sekda Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono saat peresmian Kantor Sekretariat Keris Jateng(Koridor Ekonomi,Perdagangan,Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, kemarin (22/1). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kabupaten maupun Kota yang berada di lingkup Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat memetakan lebih detail potensi-potensi di daerahnya. Hal tersebut salah satunya untuk menjaring potensi investasi.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengungkapkan, Jateng memiliki potensi yang cukup besar untuk menggaet para calon investor, baik di bidang perdagangan, pariwisata, budaya maupun lainnya. Didukung pula oleh ketersediaan lapangan kerja, sumber tenaga kerja serta besaran upah yang kompetitif.“Sayangnya pengembangan potensi investasi ini belum tergali secara maksimal,” ujarnya disela peresmian kantor Sekretariat Keris Jateng (Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah) yang berlokasi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Oleh karena itu, Ketua Keris Jateng ini berharap para anggota yang terdiri dari berbagai instansi dapat bersinergi, khususnya dalam memetakan dan menjaring potensi investasi unggulan yang terdapat di daerah masing-masing.“Adanya pemetaan yang jelas serta profil investasi yang diprioritaskan oleh masing-masing kabupaten kota diharapkan dapat menarik para investor,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk tidak memaksakan diri untuk menjadi daerah industri. Karena pendorong perekonomian dapat bersumber dari berbagai potensi lainnya.

“Potensi Jawa Tengah beragam, masing-masing daerah berbeda, sehingga tidak perlu memaksakan diri menjadi daerah industri, bisa juga pariwisata, pertanian atau sumber lain yang potensial,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo menambahkan, forum koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia ini dalam rangka penguatan layanan, promosi dan kebijakan investasi.

“Sehingga diharapkan ke depan bisa lebih profesional dan pro aktif dalam upaya menarik investor serta meningkatkan daya saing global dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ujarnya. (dna/bas)