Sejak Tak Jadi Menteri, Pak Dirman Menulis 3 Buku

198
Sudirman Said (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sudirman Said (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SOSOK Sudirman Said bisa diibaratkan seperti air. Tidak pernah diam, selalu mengalir, bergerak. Jiwa aktivisnya tidak pernah mati, semangatnya selalu menyala, di manapun ia berada.

Orang tentu berpikir, setelah lulus lebih cepat atau akselarasi dari jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabinet Kerja, Sudirman Said atau Pak Dirman sudah selesai. Tenggelam. Dan boleh jadi namanya perlahan tapi pasti akan hilang dari peredaran dan segera dilupakan orang.

Tetapi perkiraan orang itu 100 persen salah. Jiwa aktivisnya tidak mengizinkannya untuk diam. Jiwa aktivisnya menuntut dan memanggil-manggilnya untuk terus terlibat dan berada di pusaran kerja-kerja perbaikan untuk negeri.

Kurang dari tiga bulan sejak lengser keprabon dari kursi orang nomor satu di Kementerian ESDM, tanggal 16 Oktober 2016, ia meluncurkan Institut Harkat Negeri (IHN). Sebuah lembaga kajian, pendidikan, dan penerangan di bidang kepemimpinan.

“Lembaga ini didirikan sebagai ikhtiar berkelanjutan untuk menggali, membangun, dan menyebarluaskan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan praktik terbaik kepemimpinan di Indonesia.  Lingkup kajian dan pendidikan kepemimpinan IHN meliputi institusi publik, institusi privat (korporasi), dan organisasi kemasyarakatan,” terang Pak Dirman.

Soal kepemimpinan memang menjadi perhatian khusus Pak Dirman. Dia sangat menyukai membaca buku tentang kepemimpinan dan biografi tokoh, baik tokoh nasional maupun internasional.  Koleksi buku kepemimpinan di perpustakaannya ratusan jumlahnya. Dan di almamaternya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN),  Pak Dirman juga mengajar mata kuliah Kepemimpinan.

Selain hobi membaca, Pak Dirman juga hobi menulis. Sejak turun dari kursi Menteri, 26 Juli 2016 hingga kini sudah tiga buku dihasilkan Pak Dirman, yang  memiliki kebiasaan menulis sejak mahasiswa. November 2016 terbit buku kumpulan tulisan alumni STAN yang menceritakan pengalaman menanggulangi korupsi dengan judul sampul “Sampai Kapan pun Kami Pilih Berintegritas”

Kemudian April 2017, Pak Dirman yang pernah menjadi koresponden majalah berita mingguan TEMPO saat kuliah di Amerika Serikat, meluncurkan sebuah buku lagi berjudul “Berpihak Pada Kewajaran”. Buku tebal dengan sampul muka warna hitam ini merupakan kumpulan tulisan Pak Dirman.

“Ini merupakan coret-coretan kecil saya atas beragam peristiwa dan kejadian yang saya alami, saya lihat, dan saya baca dari beragam media,” katanya.

Dan buku ketiga yang akan segera terbit adalah sebuah buku kecil berisi kumpulan tips dan kutipan pendek tentang Menjadi Pemimpin.  Buku ini disiapkan untuk generasi milenials. Di dalamnya ada kutipan-kutipan sarat makna dari para pemimpin dunia dan pemimpin nasional, seperti Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Soekarno, Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya.

Dia berharap, generasi muda juga mengenal para pemimpin yang kebijaksanaannya banyak memberi pengaruh pada dunia, termasuk Indonesia. (har/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here