Penjualan Rumah Masih Stagnan

1655

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sektor properti di awal tahun belum menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Salah satunya terlihat dari penjualan rumah pada Semarang Property Expo yang digelar di Mal Paragon mulai 10 -21 Januari lalu.

“Pameran kali ini hanya terjual 30 unit atau 50 persen dari target. Jumlah tersebut juga tidak jauh beranjak dari periode yang sama di tahun sebelumnya alias stagnan. Padahal suku bunga juga sudah sangat kompetitif,” ujar Ketua Semarang Property Expo, Dibya K Hidayat disela penutupan pameran.

Menurutnya, penjualan rumah komersil yang tidak mengalami pertumbuhan ini salah satunya disebabkan oleh daya beli masyarakat yang tidak dapat mengikuti harga jual rumah yang kian lama kian menanjak.

“Sampai awal tahun ini sebagian besar pengembang pun masih menahan untuk tidak mengoreksi harga. Namun juga tidak bisa terlalu lama, karena tren harga tanah pun kian lama semakin meningkat. Mau tidak mau harga harus disesuaikan,” ujarnya.

Dari total 30 hunian yang terjual tersebut, sebagian besar berada pada kisaran harga di atas Rp 750 juta. Sedangkan untuk pasar terbesar menurutnya berada pada kisaran harga di bawah Rp 500 juta. Oleh karena itu, sejumlah pengembang mulai melakukan diversifikasi produk.“Kita bikin unit-unit dengan harga yang masuk di kisaran harga tersebut. Artinya luas lahan dan luas bangunan juga akan berkurang,” ujarnya.

Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, lanjut Dibya, penjualan diperkirakan akan kembali meningkat pada Maret mendatang. “Biasanya Januari memang penjualan kurang baik, baru meningkat di Maret. Tapi apakah bisa tumbuh dari tahun sebelumnya atau tidak, itu yang masih kita harapkan, salah satunya melalui berbagai promo menarik,” ujarnya. (dna/bas)