Mantan Kades Sikunang Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa

763
GELAR PERKARA : Mantan Kades Sikunang Rohmanyang ditahan penyidik Satreskrim Polres Wonosobo karena diduga korupsi dana desa. (IST)
GELAR PERKARA : Mantan Kades Sikunang Rohmanyang ditahan penyidik Satreskrim Polres Wonosobo karena diduga korupsi dana desa. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Mantan Kepala Desa (Kades)  Sikunang Rohman, 40, ditahan Satreskrim Polres Wonosobo. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana transfer desa tahun anggaran 2015 sebesar Rp 298 juta.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto mengatakan, kasus korupsi ini bergulir pada 2015, saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai kepala desa. “Proses penyelidikan dan penyidikan sudah kami lakukan sejak tahun lalu,” katanya.

Dari hasil penyidikan, kata Edy, Rohman diduga telah melakukan pelanggaran dalam pengelolaan dana desa. Pada tahun tersebut, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, mendapatkan alokasi dana desa senilai Rp 594.063.000. Dalam pelaksanaannya, Rohman selaku kades diduga telah menyalahgunakan. “Anggaran Desa digunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Anggaran desa tersebut mestinya diperuntukkan keperluan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Operasional Pemerintah Desa. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi maupun hasil audit oleh Inspektorat Kabupaten Wonosobo, ditemukan penyelewengan penggunaan dana transfer desa sejumlah Rp 298.594.798,60 yang digunakan untuk kepentingan pribadi Rohman.

“Kami sudah periksa para saksi termasuk keterangan dari para perangkat desa,” katanya.

Setelah menjalani penyidikan, mantan kades tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian pada 17 Januari lalu, tersangka ditangkap petugas Satreskrim Polres Wonosobo saat berada di rumah saudaranya di Mandiraja, Purbalingga.

“Karena saat kami mendatangi di rumahnya di Sikunang tidak ada, ternyata berada di rumah saudaranya,” tegasnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti stempel toko komputer, dealer sepeda motor, serta sejumlah Surat Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan anggaran sepanjang tahun 2015. (ali/ton)