Mahasiswa Undip Hilang di Hutan Pekalongan

577
EVAKUASI: Tim gabungan BPBD Kabupaten Pekalongan, bersama dengan warga saat melakukan evakuasi kedua mahasiswa Geologi Undip, di Desa Linggoasri, Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Tim gabungan BPBD Kabupaten Pekalongan, bersama dengan warga saat melakukan evakuasi kedua mahasiswa Geologi Undip, di Desa Linggoasri, Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang dilaporkan tersesat di tengah hutan area perbatasan Linggoasri Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/1) pukul 23.00 WIB, kemarin akhirnya ditemukan warga dan Tim SAR gabungan di Desa Bedagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Senia Rahayu, 20, mahasiswi yang berasal dari Kabupaten Pati, dan Andika, 20, yang berasal dari Padang Sumatera Barat, Mahasiswa Undip Fakultas Geologi bersama 10 rekan mahasiswa lainnya, tengah melakukan pemetaan geologi pada bebatuan longsor di daerag gunung Lumping, dengan rute Bedagung-Brengkolang-Gutomo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dan berangkat pada Minggu (21/1) pagi.

Namun pada Minggu (21/1) pukul 18.00 WIB, Senia dan Andika terpisah dengan rombonga, dan mulai putus kontak dengan rombongan, hingga pukul 21.00 WIB, keduanya belum juga kembali ke Posko yang ada di Paninggaran. Karena keduanya tidak bisa dihubungi maka akhirnya Tim memutuskan, melapor pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, atas hilangnya dua mahasiswa Undip tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BPBD bersama Polres Pekalongan, Kodim 710, PMI Pekalongan, bersama warga menyusuri hutan perbatasan Kecamatan Paninggaran dan Kecamatan Kajen, meski kondisi hujan lebat pencarian terhadap kedua mahasiswa tetap dilakukan.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, Senin (22/1) kemarin, mengungkapkan setelah tim melakukan pencarian lebih dari 8 jam, akhirnya kedua mahasiswa Geologi tersebut ditemukan warga di tepi hutan Linggoasri, di Dukuh Silanding, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen.

Menurutnya ketika ditemukan pada warga Senin (22/1) pagi, kedua berada di gubuk sawah milik warga dalam keadaan lemas, terlihat lelah karena jalan lebih dari 20 kilometer, dengan naik turun bukit, dan kehabisan perbekalan sejak Minggu (21/1) sore.

“Keduanya dievakusi ke Dukuh Silanding Linggoasri, dan kemudian akan dibawa ke Dukuh Silintung, lalu dibawa ke RSUD Kajen Pekalongan untuk diperiksa kondisinya. Untuk sementara bisa disimpulkan keduanya dalam sehat, hanya kelelahan saja,” kata Bambang. (thd/bas)