LUNCURKAN KERIS: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meluncurkan Koridor Ekonomi, Perdagangan Investasi dan Pariwisata (Keris) di Kantor Bank Indonesia Jateng, Senin (22/1). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUNCURKAN KERIS: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meluncurkan Koridor Ekonomi, Perdagangan Investasi dan Pariwisata (Keris) di Kantor Bank Indonesia Jateng, Senin (22/1). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir atau sejak 2012. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini lebih cepat dibanding nasional yang tumbuh stabil pada kisaran 5 persen. Pada triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi di Jateng mencapai angka 5,13 persen. Kondisi ini lebih baik dibanding periode yang sama (yoy) pada 2016 yang hanya 5,06 persen.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan, berdasarkan data tersebut perekonomian di Provinsi Jawa Tengah menyumbang 8,74 persen terhadap perekonomian nasional. “Jateng berada pada posisi keempat penyumbang perekonomian terbesar setelah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pesatnya pertumbuhan ekonomi Jateng didorong oleh tiga faktor, yakni pertumbuhan ekspor, investasi dan konsumsi pemerintah. Sisi ekspor Jateng, kata dia, meningkat sebagai dampak pemulihan ekonomi global khususnya dari negara mitra dagang pengusaha Jateng, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.

Berdasarkan data BPS Jateng, ekspor kumulatif Januari-Desember 2017 mencapai USD 5.993,05 juta atau naik 11,21 persen dari ekspor kumulatif Januari-Desember 2016 (USD 5.389,14 juta). Sedangkan untuk investasi di Jateng, menurutnya, makin meningkat seiring adanya pembangunan infrastruktur tol trans Jawa oleh pemerintah pusat.

“Saat ini ekonomi Jawa Tengah terdorong oleh peningkatan investasi pembangunan infrastruktur yang tumbuh sebesar 7,35 persen (yoy), ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumya, yaitu sebesar 5,54 persen (yoy),” tambahnya.

Kemudian bila dibandingkan dengan  provinsi lain di Pulau Jawa, kinerja perekonomian Jawa Tengah tergolong lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni 5,06 persen secara yoy.

Sebab itu, ia mengungkapkan inflasi Jateng pada tahun 2017 berada dalam level yang rendah dan stabil. Inflasi pada Desember 2017 tercatat sebesar 0,71 persen (mtm) atau sebesar 3,71 persen (yoy). “Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Jawa Tengah 5 tahun terakhir sebesar 5,32 persen (yoy). Sehingga inflasi Jateng sampai dengan akhir tahun 2017 masih sesuai target, yaitu 4,1 persen,” terangnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku, dalam penerapan kebijakan dan programnya tak pernah lepas dari data riil. Hal ini agar apa yang diprogramkan sesuai dengan kebutuhan. “Agar tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Misalnya dalam pertumbuhan UMKM, yang merupakan salah satu penyangga ekonomi, Pemprov Jateng memberikan kemudahan akses perbankan melalui Bank Jateng.

Dalam program investasi, Jateng juga memberikan kemudahan dengan pelayanan perizinan online. Selain itu, pada Senin (22/1) kemarin, Ganjar juga meluncurkan Koridor Ekonomi, Perdagangan Investasi dan Pariwisata (Keris) di Kantor Bank Indonesia Jateng. Keris Jateng merupakan sarana informasi dan konsultasi para investor yang akan berinvestasi di Jawa Tengah. (amh/hms/aro)