Desak Pembebasan Tanah Wakaf

358

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Percepatan konstruksi jalan tol Semarang-Batang masih terhambat pembebasan tanah wakaf. Meski tinggal 10,7 persen, tanah wakaf itu harus segera diselesaikan.

Namun, Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sriyono menjelaskan, hingga saat ini, masih mencari lahan spengganti tanah wakaf. Sebab sesuai aturannya, tanah wakaf harus diganti di lokasi yang tidak jauh dari tempat asal.

“Seperti pemakaman di jalur alternatif Purwoyoso-Ngaliyan. Ada juga masjid. Itu harus dicarikan lokasinya dulu, baru bisa dipindah. Tidak bisa kalau dibebaskan dulu, penggantinya nyusul,” bebernya, Senin (22/1) kemarin.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso pun meminta agar pencarian lahan pengganti bisa dilakukan secepat mungkin. Pihaknya menyarankan agar ada pembicaraan dan kesepakatan dengan warga bahwa nantinya tempat ibadah akan direlokasi. “Masyarakat inginnya dibangunkan lagi atau direlokasi, bukan ganti rugi,” katanya.

Dia juga meminta agar pihak pelaksana proyek pembangunan jalan Tol Semarang-Batang mempercepat penyelesaian konstruksi. Sehingga, saat mudik Lebaran tahun ini konstruksi sudah permanen dan tidak berupa Lean Concrete (LC) seperti tahun lalu.

“Kalau secara prinsip jalan tol Semarang-Batang nanti mestinya sudah bisa dilewati berupa jalan permanen. Tidak Lean Concrete (LC) seperti Lebaran tahun lalu,” terangnya.

Silakan beri komentar.