Dekatkan Pelayanan Masyarakat, Perlu Tingkatkan Kelengkapan Sarana Prasarana

Hasil Kunker DPRD Kabupaten Demak Meninjau Puskesmas dan Jalan di Kecamatan Mijen

296
SERAP ASPIRASI : Ketua Komisi C DPRD Demak H Sudarno bersama rombongan meninjau gedung Puskesmas Mijen 2, Kecamatan Mijen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SERAP ASPIRASI : Ketua Komisi C DPRD Demak H Sudarno bersama rombongan meninjau gedung Puskesmas Mijen 2, Kecamatan Mijen, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Komisi C DPRD Kabupaten Demak kemarin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Mijen. Selain sidak ke Puskesmas Mijen 2 di Desa Jleper, wakil rakyat yang membidangi soal infrastruktur ini juga meninjau ruas jalan di Desa Rejosari, Kecamatan Mijen.

WAHIB PRIBADI, Demak

Keberadaan puskesmas bagi masyarakat dinilai sangat vital untuk menunjang kesehatan. Karena itu, kelengkapan sarana dan prasarana menjadi penting diperhatikan.

Kemarin, Komisi C DPRD Demak meninjau Puskesmas Mijen 2. Selain melihat hasil pembangunan gedung puskesmas tersebut, anggota dewan juga menyerap aspirasi untuk pengembangan dan kemajuan puskesmas. Ini sesuai dengan tugas dan fungsi pokok anggota DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap kebijakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Demak, khususnya di bidang infrastruktur penunjang kesehatan.

Ketua Komisi C H Sudarno SH SSos mengungkapkan, gedung puskesmas Mijen 2 di Desa Jleper telah selesai dibangun dengan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,6 miliar. Kondisi gedung puskesmas tersebut sebelumnya sudah tidak layak untuk pelayanan kesehatan masyarakat. “Namun, setelah dibangun gedung yang baru ini, puskesmas tersebut bisa lebih maksimal dalam melayani masyarakat, termasuk untuk rawat inap,” katanya.

Untuk menunjang sebagai puskesmas rawat inap, Komisi C DPRD Demak memberikan masukan agar pengembangan lokasi parkir maupun perluasan area puskesmas, penganggarannya dialokasikan di APBD. Meski demikian, kata dia, usulan pembangunan berikutnya harus melalui mekanisme pembahasan di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Yaitu, melalui musrenbangdes, musrenbangcam dan musrenbangkab. “Agar layak menjadi puskesmas rawat inap, memang harus ada pengembangan pembangunan lagi,” katanya.

Di antaranya, perlu memindah gedung tempat belajar Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di belakang puskesmas. “Jadi, perlu pengusulan anggaran untuk pengadaan lokasi dan relokasi TK. Jika TK dipindahkan dan dibangunkan di lokasi yang baru, maka gedung TK yang lama dapat digunakan untuk ikut menunjang rawat inap Puskesmas tersebut,” ujar Sudarno dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

“Untuk mewujudkan pengembangan puskesmas ini, pengelola puskemas segera berkoordinasi dengan pihak desa agar dapat direncanakan program dan anggarannya dalam musrenbangdes dan dibahas hingga tingkat kabupaten lewat musrenbangkab,” kata dia.

Silakan beri komentar.