Dampingi Kasus Anak di Bawah Umur

813

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banyaknya kasus hukum yang melibatkan anak di bawah umur menjadi perhatian seriua Komisi Nasional Perlinduangan Anak Provinsi Jateng. Padahal, anak-anak merupakan generasi emas penerus bangsa, sehingga harus ada upaya kongret agar persoalan hukum yang menimpa anak di bawah umur bisa diatasi.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah, Endar Susilo meminta para orangtua berperan aktif dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerat kasus hukum. “Sekarang ini, banyak sekali kasus hukum yang melibatkan anak di bawah umur. Selain hukum kriminal hingga hukum asusila, ini persoalan serius,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan moral dan agama harus menjadi fondasi bagi anak-anak. Dengan begitu, mereka bisa berjalan lurus dan benar-benar menjadi generasi emas untuk Jateng dan Indonesia. “Kami akan terus melakukan pendampingan, karena anak-anak aset berharga. Ini saya lagi mendampingi dugaan kasus asusila di Pringapus, Kabupaten Semarang,” tambahnya.

Endar Susilo menambahkan, Komisi Nasional Perlinduangan Anak Provinsi Jateng resmi sudah terbentuk sejak 11 Januari 2018, berdasarkan Surat Keputusan Komisi Nasional Perlindungan Anak Pusat dengan nomor : 042/Komnaspa-SK/I/2018.

Pihaknya akan segara melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Gubernur, Kapolda dan pihak-pihak terkait untuk menselaraskan misi visi Komnas Perlindungan Anak di Jawa Tengah.

Sekretaris Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah, Imam Supaat berharap adanya kerjasama antara Komnas Perlindungan Anak di Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah dan organisasi serta LSM penggiat perlindungan anak di Jawa Tengah.

Anak-anak merupakan penerus bangsa dan sebagai pewaris pertama akan kondisi bangsa saat ini. Sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dan berkelanjutan dalam penyelamatan moral di tengah era keterbukaan. “Kita harus bersama menyelamatkan masa depan bangsa yang bermartabat dan bermoral di tengah era globalisasi dan keterbukaan dunia internet saat ini,” tambahnya. (fth/ida)