RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemilih dalam Pilgub Jateng yang memenuhi syarat namun tidak terakomodir dapat menimbulkan persoalan. Oleh karena itu, proses pencocokan dan penelitian (coklit) akan menjadi bagian penting dalam penentu tahapan selanjutnya.

“Kalau data pemilihnya tidak clear sampai hari H tentu menjadi persoalan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, Senin (22/1). Selain persoalan hak konstitusi, persoalan lain yang muncul yaitu pada jumlah logistik surat suara. Dikarenakan data yang dihimpun Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) saling berkaitan dengan tahapan berikutnya.

Saat ini, 1.769 PPDP di Kabupaten Semarang sedang bertugas. Dalam sehari, setiap orang ditargetkan bisa melakukan coklit minimal ke 5 rumah.

Di rumah Bupati Mundjirin, coklit yang dilakukan anggota PPDP dipantau langsung oleh Ketua KPU dan Ketua Panwaslu serta Camat Ambarawa Arief Budianto. “Saya meminta petugas pencatat bisa bekerja maksimal,” kata Mundjirin. Ia juga berharap, data coklit dapat mengurangi ke kisruhan yang berkaitan dengan daftar pemilih. Mengingat, setiap kali ada Pemilu, masih ada masyarakat yang tidak terdaftar dan kehilangan hak pilihnya. (ewb/ton)