BKIPM Tawarkan Bahan Baku Pengganti Surimi

442
OLAH IKAN : Para karyawan pabrik PT Indomina Cipta Agung, sedang serius bekerja. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH IKAN : Para karyawan pabrik PT Indomina Cipta Agung, sedang serius bekerja. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak tujuh pabrik pasta ikan (Surimi) di jalur Pantura Jawa Tengah diminta melakukan diversifikasi bahan baku. Hal itu untuk menyiasati minimnya hasil tangkap ikan akibat pelarangan cantrang.

Tujuh pabrik surimi tersebut meliputi PT Bluesea Industry di Pekalongan, PT Bintang Karya Laut di Rembang, PT Holimina Jaya di Rembang, PT Indoseafood di Rembang, PT Namkyung di Rembang, PT Sinar Bahari Agung di Kendal, dan PT Sinar Mutiara Abadi di Rembang. Tujuh pabrik surimi telah dikumpulkan untuk menggali diversifikasi bahan baku.

“Kenapa tidak dilakukan perluasan ruang lingkup produksi. Padahal surimi terbaik di dunia berasal dari Indonesia. Kualitasya jauh di atas Vietnam, Kamboja, maupun Thailand,” kata Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Tengah, R Gatot Perdana, dalam kunjungannya ke pabrik PT Indomina Cipta Agung, kemarin.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan bahwa cantrang saat ini memang boleh dipergunakan kembali. Namun, bisa saja sewaktu-waktu pemerintah kembali melarangnya. “Beberapa alternatif bahan baku untuk memacu kinerja ekspor, mulai dari rajungan, ikan tengiri, cumi, dan udang,” lanjut Gatot.

Pabrik surimi tersebut, menurutnya, sudah lama menjalin kerjasama ekspor dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Jateng. “Dari total 48 pabrik pengolahan ikan, tujuh di antaranya memproduksi pasta ikan untuk diekspor ke negara-negara Asia Pasifik macam Tiongkok, Thailand dan Taiwan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here