Salurkan 24 Ribu Ton Rastra

370
DISTRIBUSIKAN BERAS : Pekerja beraktifitas di gudang Bulog Divre Jateng, Kota Semarang. Perum Bulog Divisi Regional Jateng mulai mendistribusikan beras untuk keluarga prasejahtera (rastra). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISTRIBUSIKAN BERAS : Pekerja beraktifitas di gudang Bulog Divre Jateng, Kota Semarang. Perum Bulog Divisi Regional Jateng mulai mendistribusikan beras untuk keluarga prasejahtera (rastra). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perum Bulog Divisi Regional Jateng mulai mendistribusikan beras untuk keluarga prasejahtera (rastra) ke kota/kabupaten yang telah melakukan verifikasi.

“Januari ini dialokasikan sebanyak 24,3 ribu ton. Pendistribusiannya bertahap ke desa atau kecamatan yang sudah siap, karena tugas kami sampai titik distribusi saja. Sedangkan dari distribusi ke titik bagi nanti ada di masing-masing desa,” ujar Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari.

Bantuan sosial rastra ini secara garis besar tidak jauh berbeda seperti tahun sebelumnya. Hanya saja, jika tahun lalu pagu per rumah tangga sebesar 15 kilogram per bulan, kini menjadi 10 kilogram. Kemudian bila dulu ada harga tebus sebesar Rp 1.600 per kilogram, saat ini sudah tidak ada.

“Program ini bertahap, nantinya akan menjadi bantuan pangan non tunai. Dengan sistem keluarga penerima manfaat diberi uang Rp 110 ribu dalam sebuah kartu yang dapat dipergunakan di bank, kemudian ditukarkan dengan bahan pangan pokok,” ujarnya disela pengiriman Rastra ke Kabupaten Kendal, kemarin.

Namun demikian, tidak seperti tahun sebelumnya dimana telah terdapat pagu yang jelas, sehingga pihaknya bisa tentukan target. “Saat ini kami masih memiliki target, tapi pola pengadaan komersial, yaitu untuk jual beli biasa dan kedua untuk stok,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal Kuncahyadi menambahkan, bansos akan diberikan pada keluarga penerima manfaat berdasarkan data PKH (Program Keluarga Harapan) dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).

“Bantuan yang diterima sejumlah Rp 110 ribu per bulan atau ekuivalen dengan beras, telur atau komoditas lainnya. Karena saat ini yang dibutuhkan beras, maka pemerintah memberikan keleluasaan Bulog untuk masuk kesana,” ujarnya.

Sejauh ini, Kendal sebagai salah satu kabupaten di Jateng yang telah melakukan verifikasi. Dengan penerima manfaat sebanyak 63.963 orang. “Tahun 2018 ini direncanakan semuanya akan beralih ke KKS yang bisa digesek di Bank Himbara, tapi saat ini Kendal diharapkan dapat bekerjasama dengan BTPN,” ujarnya. (dna/ric)