VERIFIKASI DATA COKLIT: Petugas Pemutahikan Data Pemilih, Danang ketika melakukan coklit Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atiqoh di rumah dinas gubernur, Puri Gedeh. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
VERIFIKASI DATA COKLIT: Petugas Pemutahikan Data Pemilih, Danang ketika melakukan coklit Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atiqoh di rumah dinas gubernur, Puri Gedeh. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PDDP) menyambangi rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiono, Gajahmungkur, Semarang untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilgub Jateng 2018. Keluarga Gubernur Ganjar Pranowo memang menjadi salah satu yang disasar sebagai ikon untuk gerakan coklit.

Danang, PPDP yang melakukan coklit di rumah gubernur tidak datang sendirian. Dia dampingi komisioner KPU Jateng, KPU Kota Semarang, Bawaslu Jateng, dan Panwaslu Kota Semarang. Menurutnya, Ganjar dan istri, Siti Atiqoh Supriyanti yang masuk dalam daftar pemilih. Sementara putra tunggal mereka, Muhammad Zinedine Alam Ganjar belum masuk daftar.

Pada kesemaptan itu, Ganjar mengatakan, gerakan coklit serentak secara Nasional sangat bagus untuk mengingatkan dan menyosialisasikan gelaran Pilgub. Warga yang awalnya tidak tahu menjadi paham dan bisa mengoreksi jika ada anggota keluarganya yang belum masuk daftar pemilih.

“Sehingga ada kesadaran ‘kok saya belum terdata’ misalnya. Semua bisa ngacung sehingga semua terdata dan hak pilihnya nggak hilang,” katanya.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo menambahkan, gerakan coklit sebagai bagian pemutakhiran data pemilih sebenarnya lebih pada sosialisasi kepada masyarakat. Selain Ganjar Pranowo, petugas PPDP juga mengunjungi rumah sejumlah tokoh di Kota Semarang. Seperti Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah di Sendangmulyo, Tembalang dan Komisioner KPU Jateng Hasyim Asyari di Plamongan Sari, Pedurungan.

“Kami ingin menggugah kesadaran masyarakat pada pilkada, maka gerakan coklit serentak kepada tokoh-tokoh ini kita publikasikan agar menjadi ikon untuk menggugah kesadaran tadi,” tuturnya.

Menurutnya, pemutakhiran data pemilih akan berjalan hingga 28 hari efektif. Untuk coklit hari pertama di Jateng, menurut Joko, ditargetkan menyasar 320.480 rumah dengan menerjunkan 92.480 petugas.

“Ternyata hari (kemarin, red) melebihi target. Jadi dari target keseluruhan 1,2 juta rumah insyaallah bisa melebihi, karena hari ini target 4,7 persen dari seluruh data pemilih kita coklit sudah terlampaui,” bebernya. (amh/tsa/zal)