PANTAU PENDAPATAN : Anggota Komisi C DPRD Jateng saat melakukan kunjungan kerja ke UPPD Kota Salatiga. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
PANTAU PENDAPATAN : Anggota Komisi C DPRD Jateng saat melakukan kunjungan kerja ke UPPD Kota Salatiga. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi C DPRD Jateng mengapresiasi realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kota Salatiga. Pada 2017 lalu, instansi tersebut mampu mendapatkan realisasi pajak 101,34 persen dari target atau sebesar Rp 49,89 miliar.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya UPPD Kota Salatiga selalu gagal mencapai target. Pada 2015 dan 2016, realisasi penerimaan PKB hanya 88 persen dan 96 persen. Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti disela memimpin kunjungan kerja ke UPPD Kota Salatiga, belum lama ini. Dia juga menilai positif penerimaan dari bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Disebutkannya, meski tidak pernah 100 persen namun tetap pada angka yang aman. Disebutkannya, pada 2015 merealisasikan 77 persen, 84 persen (2016) dan 93,82 persen (2017). “Kami meminta di tahun 2018 ini jajaran UPPD Salatiga bekerja lebih keras, kreatif, dan inovatif agar mampu mencapai target,” kata Politisi Demokrat ini.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo menambahkan, penerimaan pajak air permukaan selama tiga tahun cukup bagus, selalu di atas 100 persen. Namun kontribusinya terhadap keseluruhan PAD tidak signifikan karena jumlahnya sangat kecil. Namun dia menyayangkan pendapatan dari parkir yang tahun lalu menurun, atau hanya 98,45 persen atau Rp 130,36 juta. “Padahal di tahun sebelumnya selalu melebihi target,” ungkapnya.

Kepala UPPD Kota Salatiga Kartiko Sukarno mengatakan pihaknya terus menggenjot penerimaan pajak. Inovasi yang dilakukan diantaranya menggelar sosialisasi ke setiap kecamatan, razia di jalan, dan mendatangi wajib pajak secara door to door. “Sejak 2018 ini kami juga mengoperasikan mobil Samsat keliling. Hanya saja yang bayar pajak baru sedikit karena masih dalam pengenalan,” katanya. (ric)