Terpikat Motor Penakluk Himalaya

Royal Enfield Classic 500

1212
TUNGGANGAN ANDALAN : Rolla Otta berfoto disamping moge klasik Royal Enfield Classic 500. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
TUNGGANGAN ANDALAN : Rolla Otta berfoto disamping moge klasik Royal Enfield Classic 500. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Keberingasan Royal Enfield Classic 500 sudah santer di telinga pecinta motor gede (moge). Termasuk Rolla Otta. Dia penasaran ingin menjajal ketangguhan satu-satunya moge yang kuat digeber hingga puncak Gunung Himalaya.

Otta mengklaim, dialah satu-satunya warga Semarang yang punya Royal Enfield jenis ini. Dia membeli motor Inggris yang diproduksi di India ini Desember 2017 lalu dengan mahar Rp 90 jutaan. “Saya tertarik dengan tenaganya yang kuat mendaki hingga puncak Gunung Himalaya,” terangnya.

Dengan tenaga 27.2 daya kuda (DK), motor berkapasitas 499 cc ini terbilang ideal untuk menanjak ekstrim tanpa harus bersusah payah. Getaran rpm tinggi pun tidak begitu mengganggu. Torsi maksimalnya tembus 41.3 Nm/4.000 rpm, sementara daya maksimalnya 27.2 bhp/5.250 rpm.

Suara yang dihasilkan dari knalpot terdengar tetap renyah meski digeber. Benar-benar khas Royal Enfield yang tidak bisa dirasakan dari motor pabrikan Jepang. “Tidak kepikiran modif. Biar standar saja. Lagian, desainnya old school. Kalau diapa-apain malah kurang cocok,” terangnya.

Tak hanya tangguh di tanjakan, Royal Enflield bernuansa old school ini juga nyaman saat digunakan untuk jalan menurun. Rem depan-belakang yang disematkan cakram 280 mm kaliper 2 piston di depan dan teromol 153 mm ini terasa ideal.

Soal kenyamanan saat dikendarai, moge ini patut diacungi jempol. Cocok jika dipakai penghobi touring yang rela menghabiskan berjam-jam di jalan. Jok ala sadel depan dilengkapi shock jok khas motor era tahun 30-an. Bentuknya lebar dan nyaman. Sengaja dipisah antara jok depan dan belakang. Posisi duduk, pijakan kaki dan setang pun sudah didesain untuk rata-rata orang Indonesia.

Tinggi total di spesifikasi resminya, 1.050 mm. Sementara panjang 2.160 mm, dan lebar 800 mm. Tinggi motor dari tanah ke sasis terbawah cukup ideal. Yakni 135 mm dengan jarak sumbu roda 1.370 mm. “Kalau buat kota-kota, sangat nyaman. Mindah giginya halus, sistem kopling basah,” tuturnya

Dijelaskan, meski sekilas terlihah seperti motor lawas, moge ini sudah menggunakan sistem pengapian modern. Disematkan digital electronic plus sistem pengabut bahan bakar. Sistem pembakarannya pun sudah sistem injeksi.

Menurut Otta, Royal Enfiled generasi teranyar ini cukup simpel. Tidak banyak tombol yang disuguhkan layaknya model moge modern. “Memang asyik. Tapi saya tidak akan menggunakan untuk sehari-hari. Kalau pas ada mood dan momen saja,” tegasnya. (amh/ric)