ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
PEMBONGKARAN : Setelah seluruh pedagang pindah ke Pasar Waru yang baru dan untuk memperlancar arus lalu lintas, Dinas Perdagangan Kota Semarang membongkar lapak sementara Pasar Waru, Kamis (16/1) lalu. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Para pedagang Pasar Waru Semarang akhirnya bisa bernapas lega. Mereka sudah bisa menempati bangunan baru yang telah selesai dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Jumat (19/1), mereka berbondong-bondong untuk boyongan ke tempat baru.

Para pedagang membongkar lapak-lapak darurat di tempat penampungan selama bangunan pasar dibangun. Mereka mengemasi barang-barang dagangan untuk dibawa ke kios-kios bangunan baru.

“Kami senang dan lega. Selama ini, di tempat penampungan darurat kondisinya sangat memrihatinkan. Kalau kondisi hujan sering banjir dan atapnya bocor. Seringkali merugi, karena dagangan basah,” kata salah satu pedagang sembako, Susanti, kemarin.

Dengan adanya bangunan baru tersebut, Susanti berharap akan lebih kondusif, aman dan nyaman. “Tentu kami senang, karena bisa kembali berjualan di dalam pasar,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya telah memersilakan pedagang menempati kios di bangunan baru Pasar Waru. “Pemindahan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, pada awal Januari telah dilakukan pembagian kios dan los. Mereka menempati kios dan los berdasarkan undian,” katanya.

Dikatakannya, tidak ada kendala berarti dalam proses pemindahan pedagang tersebut. Pasar Waru memiliki sebanyak 216 los dan 72 kios. Dari jumlah itu mampu menampung sebanyak 560 pedagang. “Para pedagang lama telah mendapat tempat di dalam pasar. Termasuk pedagang pancakan yang semula berjualan di tepi jalan,” katanya.

Sesuai hasil kesepakatan, lanjutnya, pedagang diminta untuk menambah fasilitas perlengkapan lapak sendiri. “Kami hanya memberikan tempat saja secara gratis. Tidak ada yang dipungut biaya sepeserpun,” katanya.

Dia berharap Pasar Waru bisa kembali menjadi ikon Kota Semarang setelah beberapa waktu lalu terbakar agar bisa pulih kembali. Bagaimanapun pasar tradisional masih dibutuhkan masyarakat sehingga mampu mendorong perekonomian di Kota Semarang.

“Kami berharap, setelah ada fasilitas baru ini pedagang juga harus bersama-sama merawat dan menjaga kebersihan. Pasar tradisional harus bersih layaknya pasar modern. Sehingga masyarakat bisa melakukan transaksi dengan aman dan nyaman,” katanya.

Pasar Waru yang terletak di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang ini terbakar pada November 2016 lalu. Kemudian dilakukan pembangunan menggunakan anggaran APBD Kota Semarang senilai Rp 18,5 miliar. (amu/ida)