Lulusan Kedokteran Harus Siap Berkompetisi

451
BERI SELAMAT : Rektor Unissula Semarang, Anis Malik Toha memberikan ucapan selamat kepada dokter baru usai mengikuti prosesi sumpah dokter, kemarin. (ADENYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANGADENYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI SELAMAT : Rektor Unissula Semarang, Anis Malik Toha memberikan ucapan selamat kepada dokter baru usai mengikuti prosesi sumpah dokter, kemarin. (ADENYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANGADENYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Semakin banyak universitas di Indonesia yang memiliki fakultas kedokteran (FK). Setiap tahunnya, meluluskan sekitar 10 ribu lulusan dari 83 fakultas. Karena itu, selain harus bersaing dengan lulusan dari dalam negeri, lulusan dokter lokal pun harus bersaing dengan lulusan luar negeri.

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Anis Malik Toha mengatakan jika lulusan FK Unissula harus siap berkompetisi dalam menghadapi gempuran banyaknya lulusan dokter. “Kondisi tersebut harus dijadikan tantangan. Jadi lulusan dari FK harus siap memberikan kinerja yang baik dan siap berkompetisi,” katanya saat Pengambilan Sumpah Dokter ke-105 Periode I Tahun 2018, Sabtu (20/1) kemarin.

Dalam sumpah dokter yang diikuti 35 dokter baru ini, total saat ini FK Unissula telah mencetak hampir 5.000 lulusan dokter. Unissula sendiri dianggap lebih unggul karena animo masyarakat yang tinggi. Terlebih di Semarang ada sekitar empat perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran.

“Jumlah peminat yakni calon mahasiswa baru yang ingin masuk ke FK dari tahun ke tahun tetap melimpah. Di FK Unissula, animo juga tinggi, tahun ini yang mendaftar lewat jalur siswa berprestasi mencapai 1.000 calon mahasiswa dan yang ikut tes reguler mencapai 1.500 orang. Padahal daya tampung FK Unissula hanya 180 mahasiswa saja,” tambah Dekan FK Unissula Dr dr H Setyo Trisnadi.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah 6, Prof DYP Sugiharto menambahkan jika saat ini profesi dokter harus bisa menyesuaikan kebutuhan zaman. Apalagi masuk era digitaliasi dan industri yang mengharuskan lulusan dokter punya kompetensi lebih baik. “Harus bisa menyesuaikan dengan tantangan zaman Now, belum lagi gempuran dari luar sehingga mutu lulusan harus dipertahankan,” jelasnya.

Menurut dia, ukuran mutu dari sebuah lulusan bukan berasal dari besar atau kecilnya sebuah perguruan tinggi. Melainkan dari akreditasi yang dimiliki perguruan tinggi tersebut dan pelaporan jumlah lulusan dari sebuah perguruan tinggi. “Dua indikator ini, membuktikan jika sebuah univesitas punya kualitas yang baik,” pungkasnya. (den/ida)