BUAH KERJA KERAS : Sebelum menjabat Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno mengawali karir sebagai salesman. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
BUAH KERJA KERAS : Sebelum menjabat Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno mengawali karir sebagai salesman. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Perjalanan karier memang tak selalu mulus. Jatuh bangun pun sempat dialami oleh Tony Winarno selama lima belas tahun berkecimpung di bidang logistik. Tantangan demi tantangan dihadapi sebagai modal untuk kembali bangkit dan terus berkarya.

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah ini mengawali karier sebagai salesman di salah satu perusahaan ternama di Indonesia.

“Keluarga saya sebagian besar pegawai negeri, tapi selepas kuliah saya mencoba jalur yang berbeda. Saya mulai sebagai salesman, walaupun saat itu jarang sekali sarjana yang mau kerja jadi sales. Tapi ternyata banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat, termasuk memantik untuk berinovasi dan berani beda, sehingga target bisa terpenuhi bahkan terlampaui,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Usai sebagai salesman, Tony juga sempat menekuni karier di perbankan selama 5 tahun. Baru setelahnya ia mulai terjun ke bidang logistik sebagai salah satu karyawan perusahaan asing yang bergerak di bidang jasa pengiriman.

“Saat itu sebetulnya saya juga penasaran, seperti apa sih bisnis di bidang ini, kok perusahaan tersebut berani memberi tawaran gaji yang terbilang cukup besar di masa itu. Saya pun daftar, keterima dan ternyata bidang ini memang cukup menarik,” ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Enam tahun kemudian, Toni mendapat promosi sebagai kepala cabang. Berada pada posisi karier yang cukup gemilang, Toni justru memutuskan untuk mundur dan memulai bisnisnya sendiri. Namun, diakuinya memang tak semudah yang dikira.

“Saya gagal, ludes harta saya. Tapi saya tidak mungkin berhenti disitu, harus bangkit. Saya mulai lagi, syukurnya banyak rekan-rekan yang juga mendukung, hingga akhirnya sekarang saya kembali membangun bisnis yang bergerak di jasa pengiriman ekspor impor sekaligus dipercaya sebagai advisor di perusahaan yang bergerak di bidang serupa,” ujar pria yang juga dipercaya menjabat Ketua Asperindo Jawa Tengah selama dua periode ini.

Kuncinya, lanjut Toni, dari awal meniti karier berani tampil dan mengambil strategi yang berbeda, mau terus belajar serta berupaya untuk melek teknologi. “Mulai dari bekerja sebagai salesman atau saat di bank, dikala yang lain duduk manis, saya berupaya jemput bola, saat di DHL juga saya berupaya mendalami Bahasa Inggris dan keterampilan manajerial lainnya,” ujar pria asli Batang ini. (dna/ric)