NYALAKAN LILIN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalakan lilin kedamaian. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Advokat Dini S Purwono SH MML mengajak masyarakat Semarang untuk menyebarkan kedamaian dan cinta kasih. Calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, berharap seluruh masyarakat dapat hidup dalam budaya dan tradisi penuh toleransi.

“Kita kurangi keributan. Kalau ribut terus, negara tidak akan maju. Bagaimana kita bisa menyatukan misi bersama, kalau kita ribut terus,” ujar Dini, dalam perayaan Natal se-kota Semarang bertajuk Menghadirkan Damai Natal dalam Lintas Generasi di Indonesia, yang dilaksanakan di JKI Injil Kerajaan – Holy Stadium Komplek Grand Marina, Jumat malam (19/1) kemarin.

Untuk dapat menebarkan cinta kasih, menurutnya, hubungan dengan Tuhan juga harus baik. Tuhan merupakan sumber cinta kasih kepada semua manusia. “Sama halnya dengan sumber air. Bagaimana sumur akan terisi, jika jauh dari sumber mata air. Begitupun cinta kasih Tuhan,” ujar Dini mengibaratkan.

SUKA CITA : Advokat Dini S Purwono SH MML yang juga calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bernyanyi bersama ratusan jamaat dalam acara Natal se-kota Semarang di JKI Injil Kerajaan - Holy Stadium Komplek Grand Marina, Jumat malam (19/1) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUKA CITA : Advokat Dini S Purwono SH MML yang juga calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bernyanyi bersama ratusan jamaat dalam acara Natal se-kota Semarang di JKI Injil Kerajaan – Holy Stadium Komplek Grand Marina, Jumat malam (19/1) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kedekatan dengan Tuhan, lanjutnya, secara otomatis mampu membuat manusia bisa menyalurkan cinta kasih kepada sesama. “Tentunya dengan cara menjalankan kehidupan sesuai Firman Tuhan. Bukan hanya kuantitas, tapi kualitas,” tandasnya dalam acara yang dihadiri ketua DPRD Jateng ini.

Dini melanjutkan, untuk bisa mengasihi sesama, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah harus bisa menahan ego. Selain itu, harus bisa menerima orang apa adanya serta bisa saling memaafkan.

“Harus ingat bahwa kita semua sama-sama tidak sempurna dan memiliki keterbatasan, serta kekurangan. Karenanya kita tidak dalam posisi menghakimi sesama kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak semua yang hadir untuk guyub sebagai warga Semarang, tanpa memandang perbedaan. Terlebih dalam pesta demokrasi di Jateng yang sebentar lagi akan digelar. “Pilihan boleh beda, tapi tetap jaga kondusivitas,” ajaknya.

Hendi juga mengapresiasi Kota Semarang yang bisa melewati perayaan Natal dengan khidmat dan nyaman. Menurut orang nomor satu di Semarang ini, semuanya terjadi melalui proses yang cukup panjang, yang selama ini dilakukan untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan di Semarang. “Ini sangat indah dan harus kita lestarikan. Kita lahir dan besar di NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika,” kata dia.

Perayaan Natal di Kota Semarang menurutnya, menjadi berkah untuk semua warga Kota Semarang. Tidak hanya umat kristiani. “Sebab ada libur panjang, ada wisatawan. Semuanya laku, pajak masuk ke Pemerintah Kota untuk melakukan percepatan pembangunan di Semarang,” ujarnya sembari menyampaikan komitmennya akan melindungi semua warga Kota Semarang untuk menjalankan ibadahnya. (sga/ida)