33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Restauran dan Industri Jins Gunakan Elpiji 3 Kg

Tim Gabungan Sidak Elpiji Langka

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kelangkaan gas elpigi ukuran 3 kilogram telah terjadi sepekan terakhir. Penyebabnya, lantaran banyak industri usaha cucian jins dan restoran menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Padahal gas elpigi 3 kilogram tersebut, diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, bukan untuk industri usaha UMKM.

 

Kondisi tersebut terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan, dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Jumat (19/1) kemarin.

 

Mustain, 34, pemilik rumah makan atau restauran ini mengaku bahwa pihaknya sudah tiga bulan terakhir, tidak lagi menggunakan gas elpigi ukuran 5 kilogram, karena pengujung rumah makannya mulai sepi. Sedangkan harga gas elpigi 5 kilogram naik dari Rp 64 ribu menjadi Rp 75 ribu.

 

Untuk mensiasati agar usaha rumah makannya tetap jalan, dalam proses memasak tidak lagi menggunakan gas elpiji 5 kilogram. Untuk menekan biaya produksi, menggunakan gas elpigi 3 kilogram yang harga hanya Rp 18 ribu.

 

“Sejak order pengunjung menurun, saya menggunakan gas elpigi ukuran 3 kilogram, agar usaha kami bisa tetap bertahan. Namun kalau dilarang dan harus menggunakan gas elpiji ukuran 5 kilohgram, kami mengikuti aturan tersebut,” kata warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar.

 

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, mengatakan bahwa hasil sidak dari 4 lokasi usaha yang dikunjungi, 3 usaha merupakan restoran atau rumah makan di wilayah Kecamatan Karanganyar. Satu di antaranya masih menggunakan gas elpigi 3 kilogram.

 

Sedangkan rumah makan yang masih menggunakan gas 3 kilogram tersebut, langsung berpindah menggunakan gas elpigi 5 kilogram. Sementara usaha laundry, sebagian besar menggunakan kayu bakar, tidak lagi menggunakan gas elpigi. “Usaha laundry di Desa Pegaden Tengah, hampir seluruhnya menggunakan mesin boiler atau mesin uap dengan bahan bakar kayu. Menurut penuturan para pekerja, hasilnya lebih bagus meski prosesnya lebih lama dibandingkan memakai bahan bakar elpiji untuk pengapian,” katanya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

20 Lapak Jasa Tukar Uang Digulung

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Satpol PP Surakarta membidik lapak jasa penukaran uang baru yang biasanya bertebaran di tepi jalan utama ketika mendekati Lebaran. Sedikitnya 20...

Targetkan 10 Juta Penumpang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang targetkan penumpang BRT Trans Semarang mencapai 10 juta orang pada 2018. Target ini menyusul dioperasikannya BRT koridor VII...

Pedagang Sapuran Mulai Pindahan 

WONOSOBO - Pasar Tradisional Sapuran akan segera dibangun. Terhitung mulai Minggu (24/9), pasar tradisional yang menjadi pusat jual beli 3  di Kecamatan Kepil, Sapuran,...

Hadirkan Dipha Barus dan Mike’s Band

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Verve Bistro & Caffee Bar Semarang bersama program musik Authenticity bakal menampilkan musisi kenamaan Disc Jokey (DJ) Dipha Barus dan grup musik ibukota...

Hari Pertama Operasi, Jaring 224 Pelanggar Lalin

BATANG-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batang resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin. Operasi...

Padukan Gaya Vintage dan Futuristik

Tren fashion memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri dalam tiap era. Dari yang bergaya vintage hingga futuristik. Sejumlah desainer memadukan ragam kekhasan tersebut di 2017...