Perda RTRW Terkatung-katung

223
Abdul Aziz (istimewa)
Abdul Aziz (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD menyorot Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sampai sekarang tak kunjung rampung. Hal itu disebabkan, saat ini revisi perda yang digagas Pemprov Jateng tersebut masih belum diserahkan ke DPRD Jateng. Padahal, revisi Perda RTRW sudah sangat mendesak dilakukan karena merupakan acuan untuk revisi Perda RTRW kabupaten/kota.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Abdul Aziz mengatakan, revisi Perda RTRW sebenarnya sudah masuk prolegda 2017. Tetapi karena sampai sekarang masih belum disodorkan drafnya oleh eksekutif akhirnya masih tetap mengambang. “Harusnya sudah selesai tahun lalu, tapi masih tersandera belum dibahas karena draf masih di eksekutif,” katanya.

Ia menambahkan, revisi Perda RTRW sudah sangat mendesak dilakukan. Mengingat itu akan menjadi acuan utama dari revisi di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, revisi harus dilakukan mengingat sudah enam tahun lebih belum di upgrade. “Harusnya lima tahun sekali direvisi, agar bisa menyesuaikan kondisi sekarang,” ujarnya.

Politisi PPP ini menambahkan, banyak persoalan di daerah yang harus diselesaikan dengan adanya Perda RTRW. Misalnya dengan semakin banyaknya kawasan industri, kawasan pertanian dan zona lestari. Ia berharap agar Pemprov bisa segera menyelesaikan draf agar bisa secepatnya dirampungkan. “Kabupaten/kota sudah menanti, jadi harus secepatnya. Ini masalah serius, bukan main-main,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, revisi perda RTRW sebagai salah satu upaya menjaga kelangsungan hidup masyarakat Jateng. Perbaikan perda Jateng mengenai RTRW tidak hanya akan berdampak pada perbaikan lingkungan semata, namun juga kembali menata kehidupan sosial masyarakat. (fth/ric)