DUKUN PALSU : Nafinga mempraktikkan cara menggosok teko berbahan besi warna emas yang digunakan untuk alat mengelabui korban. (Ahsan fauzi/radar kedu)
DUKUN PALSU : Nafinga mempraktikkan cara menggosok teko berbahan besi warna emas yang digunakan untuk alat mengelabui korban. (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Bermodal ‘teko ajaib’ dari logam warna emas, Nafinga mampu mendapatkan uang sebesar Rp 130 juta. Hanya saja warga Dusun Kalikuning Desa Sendangsari Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo yang kini indekos di Kelurahan Kertosari Temanggung ini harus berurusan dengan polisi. Sebab, teko digunakan sebagai sarana penipuan dengan kedok dukun pengganda uang.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, Nafinga mengelabuhi Daafiq, 39, warga Kelurahan Kertosari Temanggung. Kepada korban, tersangka mengaku sebagai orang pintar dan bisa menggandakan uang, asalkan korban mengikuti petunjuk dengan melakukan ritual tertentu.

Sebelum melakukan ritual, korban diminta menyetor uang terlebih dahulu. Korban 3 kali menyetorkan uang dengan total Rp 130 juta. Korban juga menyerahkan televisi LED ukuran 32 inchi.

“Setelah ditunggu-tunggu berbulan-bulan uang tak kunjung bertambah, malah habis. Merasa dirugikan atau ditipu,” ucap Henny saat gelar pekara di Mapolres Temanggung, Jumat (19/1).

Dalam beraksi, dukun abal-abal menggunakan teko berbentuk naga yang disebut sebagai teko ajaib. Di depan korban saat ritual, teko berbahan besi logam berwarna emas itu digosok-gosok pada bagian samping seperti ritual memanggil jin. Teko tersebut ia beli di Pasar Legi Parakan seharga Rp 400 ribu.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti satu teko berbentuk ular naga, dua lembar kain warna hitam berisi rajah, dan satu televisi LED merek Sharp Aquos 32 inchi.

Kepada petugas, Nafinga mengaku terpaksa melakukan penipuan karena tak punya uang setelah sekian lama menganggur. Ia mengaku baru kali ini melaukan penipuan dengan dalih praktik perdukunan. “Uang milik Pak Daafiq sebanyak Rp 130 juta sudah habis, saya gunakan untuk foya-foya main di kafe, main perempuan dan mabuk selama satu setengah bulan terakhir ini,” akunya. (san/ton)