RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemkot Salatiga berharap proyek pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro dan Fatmawati tuntas pada 20 Januari 2018. Selama melewati batas akhir tahun 2017 lalu, rekanan telah dikenakan denda dengan besaran yang telah ditetapkan.

“Sampai batas akhir, kontrak prestasi yang selesaikan rekanan sudah mencapai 97 persen dari total pekerjaan. Dan besaran dendanya sudah dihitung oleh PPK dengan perkiraan 3 persen dikalikan sepermil (1/1000) dikalikan lamanya keterlambatan,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum Agung Hendratmika melalui telepon pribadinya, Jumat (19/1).

Disinggung mengenai perlu tidaknya ada black list terhadap rekanan, Agung menyatakan tidak ada. Pasalnya, yang dikerjakan oleh rekanan tinggal pemasangan kursi dan art work. Selain itu, fungsi trotoar sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Di sisi lain, mengenai keluhan masyarakat bahwa trotoar yang sudah dibangun ini tidak ramah terhadap kaum difabel, hal itu sudah mendapatkan respons. Pemkot sudah meminta kepada rekanan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas di trotoar agar bisa lebih ramah bagi para difabel. “Mengenai keluhan itu, kini sudah diperbaiki dan dan masih dalam proses,” terang Agung.

Sementara itu, sejumlah fasilitas umum yang ada di trotoar seperti kaca penutup lampu hingga kotak tempat sampah ada yang sudah rusak. Kerusakan yang terlihat di trotoar Jalan Diponegoro dan Jalan Brigjen Sudiarto. Dari bekas kerusakan, diperkirakan dilakukan dengan sengaja oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya juga berusaha mencari informsi mengenai pelaku perusakan. Selain itu, ia juga berharap pemkot memasang lebih banyak CCTV untuk bisa menangkap pelaku perusakan fasilitas umum. “Pelaku perusakan fasilitas umum ini bisa dipidana biar jera,” tegas Yimmy. (sas/ton)